Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki potensi pariwisata yang berkembang pesat, khususnya dalam sektor budaya dan kuliner. Salah satu destinasi wisata budaya yang menonjol adalah Museum Blambangan yang memiliki nilai historis, edukatif, dan busaya yang menonjol adalah Museum Blambangan yang memiliki nilai historis, edukatif, dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan strategi komunikasi pemasaran 7P yang mencakup Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan, baik lokal maupun internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi pemasaran 7P di Museum Blambangan telah dilakukan secara efektif. Dalam aspek produk, museum menampilkan koleksi sejarah dan budaya lokal yang menarik dan edukatif. Dari segi harga, tarif masuk museum cukup terjangkau oleh semua kalangan masyarakat dan wisatawan. Lokasi museum yang strategis dan mudah dijangkau memberikan nilai tambah dalam aspek tempat. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat lokal maupun mancanegara. Sumber daya manusia seperti petugas dan guide tour museum berperan aktif dalam memberikan informasi dan pelayanan yang ramah kepada pengunjung. Proses dalam pelayanan ditata secara sistematis mulai dari kedatangan hingga pengunjung menyelesaikan kunjungan agar mudah terjangkau pada wisatawan lokal dan mancanegara. Sementara itu, bukti fisik berupa kebersihan ruangan, fasilitas pendukung, benda artefak dan desain interior museum mendukung informasi bagi pengunjung. Kesimpulannya, pada strategi komunikasi pemasaran 7P berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan di Museum Blambangan sebagai destinasi wisata budaya di Banyuwangi.