Sofiana Widyawati
Universitas Tidar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Sofiana Widyawati; Defi Mayasaroh; Shafarin Lusty Aqila; Kaila Nirwasita Iriantina; Muhammad Yosa Al Islam; Joko Tri Nugraha
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang berkaitan dengan kesehatan mental mahasiswa berdasarkan enam indikator utama: stres akademik, kecemasan, kebiasaan tidur, kelelahan mental, persepsi terhadap layanan kesehatan mental kampus, dan kenyamanan berbicara dengan konselor atau psikolog. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel terdiri dari 100 mahasiswa dari berbagai program studi yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert 1–5. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif, mencakup analisis frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata setiap pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres akademik tinggi, di mana 40% setuju dan sangat setuju bahwa beban tugas kuliah terasa berat. Sebanyak 65% mahasiswa sering merasa cemas tanpa alasan yang jelas, menunjukkan kecemasan laten. Selain itu, 64% memiliki kebiasaan tidur tidak teratur, yang berdampak pada konsentrasi dan emosi. Sebanyak 50% merasa lelah secara mental meskipun tidak banyak aktivitas fisik, mengindikasikan kelelahan kognitif akibat tekanan akademik. Persepsi terhadap layanan kesehatan mental kampus tergolong rendah, dengan hanya 27% merasa terbantu. Sementara itu, 82% mahasiswa tidak merasa nyaman atau bersikap netral saat membicarakan masalah pribadi dengan psikolog atau konselor. Hal ini menunjukkan masih adanya hambatan psikologis dan sosial dalam mengakses layanan. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan layanan konseling, pengurangan stigma, dan edukasi kesehatan mental yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan gambaran biopsikososial menyeluruh mengenai kondisi psikologis mahasiswa, serta menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan kampus yang lebih responsif terhadap isu kesehatan mental.