Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat Dalam Program Perencanaan Pembangunan Kalurahan Petir (Studi Kasus Padukuhan Ngurak-Urak, Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul) Heri Roh Pujiati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat Padukuhan Ngurak-Urak dalam perencanaan pembangunan Kalurahan Petir, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengidentifikasi hambatan dan peluang peningkatan partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipatif dan wawancara semi-terstruktur terhadap perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat telah berlangsung dalam berbagai bentuk, baik formal melalui Musyawarah Dusun dan Musyawarah Kalurahan, maupun informal melalui komunikasi langsung dengan perangkat desa. Namun, partisipasi masih bersifat konsultatif dan belum mencapai tingkat kemitraan. Faktor penghambat antara lain adalah migrasi tenaga kerja, terbatasnya akses informasi, serta minimnya keterlibatan pemuda dalam forum resmi. Meski demikian, terdapat indikasi positif berupa keterlibatan dalam kerja bakti, inisiatif Karang Taruna, serta penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah kalurahan. Kesimpulannya, partisipasi masyarakat di Padukuhan Ngurak-Urak menunjukkan tren positif, namun belum optimal secara substantif. Diperlukan strategi kelembagaan yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, penyediaan ruang dialog yang inklusif, serta mekanisme pendanaan yang responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan dan pemuda.
Kesiapan Masyarakat Dalam Transformasi Menuju Desa Wisata Berbasis Community-Based Tourism Heri Roh Pujiati; Ricardho Dhaniel Nugroho
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v5i1.860

Abstract

This study aims to analyze the readiness of the community of Wotawati Hamlet, Pucung Village, Girisubo Subdistrict, Gunungkidul Regency, in transforming into a Community-Based Tourism (CBT)-based tourist village. This research employs a descriptive qualitative approach to examine community readiness in the transformation process, using interviews, observations, and documentation, which are analyzed through the Miles and Huberman interactive model. The results show that community readiness is progressive but remains at a strengthening stage. This is indicated by the establishment of a tourism village working group supported by organizational bylaws (AD-ART) and management synergy through the Village-Owned Enterprise (BUMKal), the presence of two certified tour guides, and community participation in training programs related to guiding, homestay management, and micro, small, and medium enterprises (MSMEs). In addition, economic impacts have begun to emerge since 2023 through collectively managed parking and homestay revenues. Government support through the Village Budget (APBKal), Regional Financial Assistance (BKK), the Special Fund, and the development of a participatory master plan has further strengthened the transformation process. However, several challenges remain, including limited human resources among tourism actors, the absence of an entrance fee system, limited infrastructure access, and uneven community participation.Overall, community readiness is at an early development stage, with the potential to evolve into inclusive and sustainable CBT-based tourism village governance.