Azizah Nefida Aulia
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Collaborative Governance dalam Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Terlantar di Kota Pekanbaru Azizah Nefida Aulia; Mimin Sundari Nasution
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3023

Abstract

Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar di Kota Pekanbaru menjadi tantangan sosial yang memerlukan kerja sama lintas sektor. Masih banyak ditemukan gelandangan psikotik akut berkeliaran, keterbatasan fasilitas penampungan pasca pemulihan, serta tingginya jumlah pasien yang tidak dapat direunifikasi sehingga menimbulkan overload di RSJ Tampan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi antar instansi dalam upaya penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar dengan menyoroti bentuk kerja sama, peran masing-masing pihak serta hambatan-hambatan yang muncul dalam upaya penanganan ODGJ terlantar, dengan menggunakan teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash(2008) yang dilihat dari Face to face dialog (Dialog Tatap Muka), Trust Building (Membangun Kepercayaan), Commitment to process (Komitmen Terhadap Proses), Shared Understanding (Saling Memahami), Intermediate Outcome (Hasil Sementara). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara RSJ Tampan, Dinas Sosial Provinsi Riau dan Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Panti Kehidupan Insan Produktif, serta Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Riau sudah terbentuk namun belum berjalan secara optimal, masih banyaknya ODGJ terlantar berkeliaran disekitaran Kota Pekanbaru. Hambatan utama adalah keterbatasan fasilitas dan daya tampung, minimnya pengetahuan masyarakat, stigma negatif dari masyarakat dan keluarga, keterbatasan sumber daya manusia. Saran dari penelitian ini adalah mempercepat pembangunan daya tampung untuk pasien perempuan di UPT Bina Laras, menambah dan meratakan tenaga kesehatan jiwa, memperkuat sistem penjangkauan dan pendataan ODGJ secara berkelanjutan serta memperkuat edukasi dan literasi kesehatan jiwa di masyarakat