Raden Muhammad Nafish Ginanjar
Politeknik Manufaktur Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Korelasi Kebiasaan Begadang terhadap Kinerja Akademik Mahasiswa Yuliadi Erdani; Raden Muhammad Nafish Ginanjar; Muhammad Rausyanfikry Hablillah; Naufal Shoyifful Mubarok; Putri Amelia Kresna
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3245

Abstract

Studi ini dirancang dengan tujuan eksplisit untuk mengukur tingkat kebiasaan begadang pada mahasiswa, mengidentifikasi faktor-faktor pendorong utama, dan mengevaluasi implikasi yang ditimbulkan terhadap kinerja akademik harian mereka. Tingginya prevalensi kurang tidur di kalangan pelajar universitas menjadi perhatian karena potensi dampaknya yang merugikan pada kesehatan dan kesuksesan belajar.Pendekatan kuantitatif diadopsi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan instrumen skala Likert (rentang 1 sampai 5) yang disebarkan kepada 50 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Data yang terkumpul kemudian dikenakan analisis statistik deskriptif untuk menentukan skor rata-rata perilaku begadang dan menilai keparahan konsekuensi yang dialami.Hasil menunjukkan bahwa begadang merupakan praktik yang sangat umum di antara peserta studi. Pemicu utama yang teridentifikasi adalah tekanan akademis berat, termasuk tenggat waktu tugas, penyelesaian proyek, dan persiapan ujian yang intensif. Tingkat kebiasaan ini tercermin dari skor rata-rata 3,7 dan median 4. Dampak negatif yang paling sering dikeluhkan mencakup berkurangnya fokus selama perkuliahan, rasa kantuk berlebihan di siang hari, dan kelelahan fisik/mental yang signifikan.Kesimpulan dari temuan ini adalah bahwa kurang tidur telah menjadi pola hidup yang rutin dan baku bagi mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterampilan manajemen waktu, penyesuaian jadwal akademik yang lebih realistis, dan kampanye edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas tidur. Lembaga pendidikan didorong untuk menciptakan program dukungan yang memfasilitasi keseimbangan studi dan kehidupan pribadi, serta mengambil langkah proaktif untuk memitigasi dampak buruk dari tidur kronis yang tidak memadai.