Krishna Khoirurrizal
Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Efektivitas Booth Refill Air “Kick Your Plast” dalam Mendukung Pengurangan Penggunaan Sampah Plastik Sekali Pakai di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Yuliadi Erdani; Insan Salsabila; Jonathan Rafael; Krishna Khoirurrizal; Luthfan Dzul Ikram
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3246

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas booth refill air “Kick Your Plast” dalam mendukung pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta praktik keberlanjutan di lingkungan kampus. Evaluasi dilakukan karena fasilitas refill terbukti berkontribusi pada pengurangan konsumsi botol plastik di berbagai institusi pendidikan tinggi (Uehara & Ynacay-Nye, 2018; Sustainability, 2019; Pascawati et al., 2025). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner skala Likert (1–5) kepada 20 mahasiswa yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan distribusi frekuensi, mean, median, modus, range, mean deviation, simpangan baku, serta koefisien variasi (Riduwan, 2018; Field, 2013; Sugiyono, 2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap booth refill air cenderung positif, dengan nilai rata-rata keseluruhan 4,145 dan coefficient of variation 20,7%, mengindikasikan konsistensi penilaian. Fasilitas dinilai mudah diakses, terjangkau, dan mendukung kebiasaan membawa tumbler pribadi, sehingga dapat membantu menekan penggunaan botol plastik (Nasution et al., 2024; Safitri et al., 2025; Fauziah et al., 2023). Namun, aspek kualitas air dan ketersediaan lokasi masih menjadi kendala bagi sebagian pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa program “Kick Your Plast” efektif mendorong perilaku konsumsi ramah lingkungan, namun tetap membutuhkan peningkatan pada beberapa aspek operasional untuk mengoptimalkan dampaknya.