Afini Fahreza Ramadhani
Universitas Pelita Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Realitas Pengangguran Pemuda di Kabupaten Bekasi: Studi Kualitatif atas Persepsi, Faktor Penyebab, dan Solusi Haifa Laila Fitriah; Lailatul Qodriyah; Afini Fahreza Ramadhani; Pupung Purnamasari
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v5i1.2670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan pemuda terhadap dunia kerja, mengidentifikasi faktor penyebab utama pengangguran pemuda di Kabupaten Bekasi, serta menggali solusi yang diharapkan oleh mereka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap pemuda pencari kerja, observasi langsung di sejumlah kegiatan job fair, serta analisis dokumen resmi dari BPS dan Dinas Ketenagakerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian keterampilan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia industri merupakan hambatan utama dalam proses perekrutan. Banyak pemuda merasa bahwa sistem pendidikan, khususnya di tingkat menengah, terlalu menekankan aspek teori dan tidak memberikan ruang yang cukup untuk keterampilan praktis yang dibutuhkan industri. Selain itu, kurangnya pengalaman kerja, keterbatasan akses terhadap informasi lowongan pekerjaan, dan persepsi bahwa job fair hanya bersifat formalitas turut memperparah situasi pengangguran. Meskipun job fair memiliki potensi sebagai sarana penghubung antara pencari kerja dan perusahaan, efektivitasnya dirasa belum maksimal karena lemahnya kurasi peserta dan minimnya tindak lanjut dari perusahaan. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah perlunya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor industri untuk menyusun program pelatihan kerja yang relevan dan berkelanjutan. Penyusunan peta kebutuhan tenaga kerja lokal yang akurat serta reformasi kurikulum berbasis keterampilan kerja dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan industri. Pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan job fair melalui peningkatan jumlah perusahaan yang berpartisipasi, penyediaan pelatihan pra-job fair, dan penggunaan teknologi digital untuk sistem rekrutmen yang lebih terbuka dan transparan. Dengan strategi ini, diharapkan angka pengangguran pemuda di daerah industri seperti Bekasi dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan