Saiful Amri
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Pertahanan Semesta dan Maritim di Indonesia: Studi Kasus pada Pelatihan KOMCAD dan Laut Natuna Utara Lilo Sanjaya; Saiful Amri; Ananda Ryo Bastian Harefa; Ratu Aisyah Diva Maha; Jerry Indrawan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3513

Abstract

Dengan terbentuknya sebnegara kepulauan, Indonesia menghadapi banyak tantangan dalam pertahanan, baik di darat maupun di laut. Kondisi geografis ini mengharuskan sistem pertahanan yang kompleks dan terintegrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa pelaksanaan Sistem Pertahanan Semesta melalui pelatihan Komponen Cadangan (Komcad), serta peran dan tantangan pertahanan maritim Indonesia, khususnya berkaitan dengan dinamika keamanan di Laut Natuna Utara. Peraturan perundang-undangan pertahanan, dokumen resmi pemerintah, jurnal ilmiah, dan laporan media dan lembaga terkait adalah sumber data yang digunakan dalam penulisan ini, yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode analisis dokumen. Data dianalisis untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang implementasi kebijakan pertahanan nasional melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Studi ini menunjukkan bahwa pelatihan Komponen Cadangan adalah langkah strategis untuk meningkatkan pertahanan darat dengan melibatkan warga negara. Namun demikian, masih ada banyak tantangan yang menghalangi pelaksanaannya. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan anggaran, kualitas pelatihan yang belum optimal, dan kurangnya fasilitas pendukung. Sebaliknya, tindakan kapal asing dan pelanggaran di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia meningkatkan tantangan pertahanan maritim Indonesia di Laut Natuna Utara. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan patroli harus ditingkatkan, alat utama sistem persenjataan harus dimodernisasi, dan lembaga terkait perlu melakukan kolaborasi lebih lanjut.