Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of Value Added Tax (VAT) Tax Planning in Service Companies: A Study Dwi Fionasari; Barnard Putra; Fajar; Khahlil Gibran; Afdal Andika
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v5i2.3811

Abstract

Value Added Tax (VAT) poses unique cash flow challenges for service companies in Indonesia because the obligation to collect it arises upon delivery of the service, regardless of receipt of payment. This study analyzes the implementation of VAT tax planning at PT DNG, a plantation services company, within the context of the Coretax Administration System. Using a qualitative case study approach, purposive sampling targeted two key informants (the Head of Finance and the Tax Officer). Semi-structured interviews and documentation served as the primary instruments, analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that PT DNG's VAT tax planning is effective, focusing on compliance and controlling administrative risks, supported by Coretax's automated calculation and reporting features. However, structural cash flow pressures persist due to 30-60 day delays in customer payments against timely deposit obligations. The conclusions emphasize that integrating tax planning with accounts receivable management exceeds the capabilities of a digital system alone.
Penerapan Tax Planning Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada Perusahaan Jasa: Studi Kasus PT DNG Dwi Fionasari; Barnard Defano Putra; Fajar; Khahlil Gibran; Afdal Rio Andika
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v5i2.3877

Abstract

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang memiliki peran penting dalam sistem perpajakan Indonesia, sekaligus menjadi kewajiban yang berdampak langsung terhadap arus kas perusahaan, khususnya perusahaan jasa. Karakteristik PPN jasa yang menimbulkan kewajiban pemungutan pajak pada saat jasa diserahkan, meskipun pembayaran belum diterima, menuntut perusahaan untuk menerapkan manajemen perpajakan yang efektif melalui tax planning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tax planning Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada perusahaan jasa plantation dalam konteks implementasi Coretax Administration System. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada PT DNG. Data penelitian diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci yang terlibat langsung dalam pengelolaan perpajakan perusahaan, serta didukung oleh dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT DNG telah menerapkan tax planning PPN dengan berorientasi pada kepatuhan terhadap ketentuan perpajakan dan pengendalian risiko sanksi administrasi. Penerapan tax planning PPN dinilai cukup efektif dalam mendukung ketertiban administrasi dan kepatuhan perpajakan, namun masih menghadapi tantangan berupa tekanan arus kas akibat perbedaan waktu antara pemungutan PPN dan penerimaan pembayaran dari pelanggan. Implementasi Coretax Administration System membantu meningkatkan akurasi perhitungan dan pelaporan PPN, tetapi belum sepenuhnya mengatasi tantangan manajerial yang bersifat struktural pada perusahaan jasa. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan memperkaya kajian kualitatif mengenai praktik tax planning PPN pada perusahaan jasa dalam konteks digitalisasi administrasi perpajakan, serta menegaskan pentingnya integrasi antara pengelolaan perpajakan dan manajemen keuangan perusahaan.
Penerapan Standar Global Reporting Initiative (GRI) 200 Pada Laporan Keberlanjutan Perusahaan Sektor Industri Tahun 2024 Fajar; Indarti Melita Hutagalung; Deanisa Oktavianti
Jurnal Sistem Informasi, Akuntansi dan Manajemen Vol. 6 No. 2 (2026): Sintama: Jurnal Sistem Informasi Akuntansi dan Manajemen (Mei 2026)
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54951/sintama.v6i2.1274

Abstract

This study aims to analyze the level of implementation of the GRI 200 standards in the sustainability reports of industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2024. The study used a qualitative descriptive approach with a content analysis method on the sustainability reports of companies selected through a purposive sampling technique. The results show that the level of disclosure of economic aspects of industrial sector companies is still relatively low with a total SRDI value of 0.0683. The economic performance indicator (GRI 201) has the highest level of disclosure, while indicators of anti-competitive behavior (GRI 206) and tax (GRI 207) show the lowest levels of disclosure. These findings indicate that companies tend to prioritize financial economic disclosures and avoid disclosing economic information considered sensitive. This study provides implications for companies and regulators to improve the quality and completeness of economic aspect disclosures in sustainability reports to support corporate transparency and accountability.