Tasya Putri
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Istri Sebagai Pencari Nafkah Tunggal dalam Keluarga di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali Tasya Putri; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3948

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena istri sebagai pencari nafkah tunggal dalam keluarga di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali. Kelurahan Kampung Bugis merupakan salah satu wilayah pesisir yang berada di Singaraja, Kabupaten Buleleng, yang masyarakatnya memiliki latar belakang sosial, budaya, agama dan ekonomi yang beragam. Secara sosial dan budaya, suami umumnya dipandang sebagai pencari nafkah utama, sedangkan istri berperan di ranah domestik. Namun, di lapangan ditemukan beberapa keluarga yang menjadikan istri sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi istri menjadi pencari nafkah tunggal di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali dan implikasi yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif agar mampu menggambarkan realitas sosial secara mendalam dan kontekstual. Informan dipilih secara purposive sampling, yaitu istri yang berperan sebagai pencari nafkah tunggal, suami, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan konsistensi serta kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang melatarbelakangi fenomena ini meliputi kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil, usia lanjut suami, masalah kesehatan, serta keterbatasan kemampuan atau keahlian suami. Implikasi yang muncul, yakni secara ekonomi, pembagian peran, serta relasi yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam keluarga. Istri menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengelola rumah tangga, sedangkan suami lebih banyak berperan di ranah domestik. Fenomena ini menunjukkan bahwa keluarga bersifat dinamis, adaptif, dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi yang dihadapi.