Axel Giovanni
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Ekonomi Kawasan Wisata Borobudur Menggunakan Pendekatan Analisis SWOT Dan QSPM Budi Hartono; Hanung Eka Atmaja; Axel Giovanni; Clarisa Alfa Lionora; Alief Rizaldi; Aldo Arul Hermawan; Yoga Aji Kusuma
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i1.2187

Abstract

Pengembangan kawasan wisata Borobudur, yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, kawasan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk infrastruktur yang kurang memadai, kebijakan yang terfragmentasi, dan rendahnya kesadaran pengunjung terhadap pelestarian situs. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan yang komprehensif dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat lokal. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memahami secara mendalam fenomena yang terjadi di kawasan Borobudur. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan publikasi terkait. Analisis dilakukan menggunakan matriks Internal-Eksternal (IE), analisis SWOT, dan Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) untuk mengidentifikasi strategi yang paling sesuai bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar Candi Borobudur. Analisis SWOT mengungkapkan beberapa kekuatan Candi Borobudur, seperti kualitas produk yang tinggi, keberagaman pedagang makanan, serta antusiasme pelaku UKM dalam mengikuti program pelatihan. Namun, terdapat kelemahan signifikan, termasuk rendahnya kesadaran pengunjung terhadap pelestarian candi, kebersihan yang buruk, dan infrastruktur yang tidak memadai. Peluang yang ada meliputi meningkatnya minat pengunjung terhadap wisata budaya, dukungan dari pemerintah dan UNESCO, serta potensi pengembangan UKM di kawasan tersebut. Sebaliknya, ancaman yang dihadapi mencakup aksi vandalisme oleh wisatawan, dampak negatif terhadap nilai sosial dan budaya masyarakat lokal, serta persaingan dari destinasi wisata lain. Melalui QSPM, strategi Strength-Opportunity (S-O) diidentifikasi sebagai prioritas utama dengan Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 4,10114. Strategi ini menekankan pemanfaatan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal, seperti menjalin kolaborasi antara UKM dan agen perjalanan, serta mengoptimalkan pendanaan dari sumber nasional maupun internasional. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, terdapat keterbatasan berupa potensi bias data dan fokus yang sempit pada kawasan Candi Borobudur. Penelitian di masa depan disarankan untuk mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif, melakukan studi longitudinal, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan mempromosikan produk lokal. Dengan pendekatan yang lebih holistik dan berfokus pada pelestarian ekosistem, Borobudur dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang mendukung konservasi warisan budaya dan memberdayakan ekonomi lokal.
PENINGKATAN KAPASITAS BINAAN USAHA MIKRO MELALUI INTEGRATED FARMING DAN EKONOMI SIRKULAR Budi Hartono; Axel Giovanni; Muchammad Khusni Wafa; Mu'alfad Zulfikar Purwanto; Mirna Harsono
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8949

Abstract

Micro-enterprises focusing on food security, particularly in the context of urban farming, play a vital role in the local economy. However, many micro-enterprises in this sector face significant challenges, including limited business management capacity, scarce resources, and insufficient technical knowledge related to efficient and sustainable agricultural practices. This community engagement program aims to enhance the capacity of micro-enterprises through the application of integrated farming and circular economy approaches to improve efficiency, sustainability, and product competitiveness. Implemented through a strategic partnership with Fita Farm an organization with expertise in integrated agriculture and community empowerment the program involves training, hands-on mentoring, and continuous evaluation to develop a more efficient and sustainable micro-enterprise model. Furthermore, it targets tangible outcomes such as scientific publications, video documentation, and the acquisition of intellectual property rights (IPR) for innovations developed during the program. Ultimately, the expected outcomes include improved business management capacity, increased income, and greater resilience and sustainability of micro-enterprises in facing economic challenges. ABSTRAK Usaha mikro yang berfokus pada ketahanan pangan, terutama dalam konteks urban farming, memainkan peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, banyak usaha mikro yang terlibat dalam sektor ini menghadapi tantangan yang signifikan, seperti keterbatasan kapasitas pengelolaan usaha, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pengetahuan teknis terkait praktik pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro melalui pendekatan integrated farming dan ekonomi sirkular, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing produk usaha mikro. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan strategis dengan Fita Farm, yang memiliki keahlian dalam pertanian terpadu dan pemberdayaan masyarakat, sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan. Program ini melibatkan pelatihan, pendampingan langsung, serta evaluasi berkelanjutan dengan tujuan untuk menghasilkan model usaha mikro yang lebih efisien dan berkelanjutan. Di samping itu, program ini juga menargetkan hasil berupa publikasi ilmiah, dokumentasi video, dan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas inovasi yang dikembangkan. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, peningkatan pendapatan, serta keberlanjutan usaha mikro yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi.