Umiyati
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan PT Bank Mega Syariah dengan RGEC, Efisiensi, Stabilitas, dan Financial Distress Periode 2020-2024 Umiyati; Natasya Arifin; Nayla Azha; Raisya Fachira
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Bank Mega Syariah selama periode 2020–2024 melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup metode RGEC, analisis efisiensi menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA), pengukuran stabilitas keuangan melalui Z-score, serta prediksi potensi financial distress menggunakan model Altman Z-Score. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan bank, tidak hanya dari aspek risiko dan profitabilitas, tetapi juga dari segi efisiensi operasional, ketahanan keuangan, serta potensi risiko kebangkrutan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif berbasis data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan laporan Good Corporate Governance (GCG) Bank Mega Syariah selama lima tahun terakhir. Seluruh data diolah dan dianalisis menggunakan teknik perhitungan rasio keuangan serta model statistik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil risiko bank berada dalam kondisi sangat sehat, tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) yang terus menurun dan Financing to Deposit Ratio (FDR) yang stabil pada kategori sehat. Penerapan GCG secara konsisten berada pada peringkat Baik dengan peningkatan sementara pada semester II tahun 2023 yang mencapai kategori Sangat Baik. ROA dan ROE menunjukkan fluktuasi namun tetap berada dalam rentang yang mencerminkan kinerja profitable. Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi menunjukkan bahwa bank memiliki kemampuan permodalan yang kuat untuk menyerap risiko-risiko potensial. Analisis efisiensi DEA dalam Bank Mega Syariah berada pada tingkat efisiensi penuh, kecuali pada 2022 yang mengalami sedikit penurunan. Pengukuran stabilitas keuangan melalui Z-score menegaskan bahwa bank berada dalam kondisi sangat aman. Sementara itu, hasil model Altman Z-Score secara konsisten menempatkan bank pada zona aman dengan risiko kebangkrutan yang sangat rendah. 
Analisa Tingkat Kesehatan Bank Muamalat Indonesia (BMI) Periode 2020-2024 dengan Metode RGEC, Analisa Efesiensi, Analisa Stabilitas dan Prediksi Kebangkrutan Umiyati; Sabrian Farabi; Arina Amanda; Azkania Nabila
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesehatan Bank Muamalat Indonesia (BMI) selama periode 2020–2024 melalui pendekatan RGEC, pengukuran efisiensi, analisis stabilitas keuangan, serta prediksi potensi kebangkrutan menggunakan metode Altman Z-Score Modifikasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan Good Corporate Governance (GCG), dan laporan tahunan BMI. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek Risk Profile berada dalam kondisi sangat sehat, tercermin dari rasio NPF dan FDR yang stabil pada peringkat PK-1. Penerapan GCG berada pada kategori cukup baik hingga baik sepanjang periode pengamatan. Di sisi lain, kinerja Earnings menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, karena ROA, ROE, dan BOPO menggambarkan profitabilitas rendah serta efisiensi operasional yang belum optimal. Aspek Capital berada dalam kondisi sangat kuat, didukung nilai CAR yang konsisten tinggi. Analisis efisiensi menggunakan Frontier Analyst Application dengan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) menemukan bahwa BMI hanya mencapai efisiensi penuh pada tahun 2020, 2021, dan 2023, sementara 2022 dan 2024 menunjukkan ketidakefisienan akibat peningkatan biaya operasional dan pemanfaatan input yang belum maksimal. Pengukuran stabilitas menggunakan Z-score menunjukkan bahwa BMI memiliki ketahanan finansial yang sangat tinggi. Sementara itu, hasil Altman Z-Score Modifikasi menempatkan BMI pada kondisi grey area pada 2020, namun berada dalam zona aman pada 2021–2024, mencerminkan perbaikan struktur keuangan dan kualitas aset. Secara keseluruhan, BMI berada dalam kondisi sehat pada aspek risiko, permodalan, dan stabilitas, meskipun peningkatan profitabilitas dan efisiensi masih diperlukan untuk memperkuat kinerja jangka panjang.
Analisis Kinerja Keuangan Bank BTPN Syariah dengan RGEC, Efisiensi, Stabilitas, dan Financial Distress Periode 2020-2024 Umiyati; Dimas Tripangestu; Jilan Fairuz Noor Firdaus; Rabbaniyun Azka Hasuna
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja keuangan Bank BTPN Syariah selama periode 2020–2024 melalui empat komponen utama, yaitu penilaian RGEC, pengukuran efisiensi menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA), evaluasi stabilitas dengan metode Z-Score, serta identifikasi potensi financial distress melalui model Altman Z-Score. Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan publikasi resmi yang mencerminkan kondisi keuangan selama lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil analisis RGEC, seluruh komponen yang meliputi risk profile, good corporate governance, earnings, dan capital menunjukkan kondisi yang sehat. Hal ini menggambarkan bahwa bank mampu mengendalikan risiko pembiayaan dengan baik, menjaga kualitas tata kelola perusahaan secara konsisten, serta mempertahankan tingkat profitabilitas dan permodalan yang kuat dan berkelanjutan. Pengukuran efisiensi melalui pendekatan DEA menunjukkan bahwa Bank BTPN Syariah mampu mengelola sumber daya secara optimal. Meskipun terdapat satu tahun ketika tingkat efisiensi mengalami sedikit penurunan, kinerja bank tetap berada pada kategori baik dan tidak mengganggu pola efisiensi jangka panjang. Secara keseluruhan, tren efisiensi mencerminkan bahwa operasional bank berjalan efektif serta mampu meminimalkan pemborosan dalam penggunaan input untuk menghasilkan output maksimal. Analisis stabilitas menggunakan Z-Score juga memperlihatkan bahwa bank berada dalam zona aman sepanjang periode pengamatan. Meskipun terjadi fluktuasi ringan pada beberapa tahun, stabilitas keuangan tetap terjaga dan menunjukkan ketahanan terhadap potensi tekanan eksternal. Selanjutnya, evaluasi financial distress melalui model Altman Z-Score menegaskan bahwa Bank BTPN Syariah berada pada posisi aman dengan risiko kebangkrutan yang rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa Bank BTPN Syariah memiliki kinerja keuangan yang kuat, stabil, efisien, serta mampu mempertahankan daya tahan finansial dalam jangka panjang.