Aulya Risky Afradini
IAIN Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Green Trust and Green Brand Image on Islamic Bank Customer Loyalty The Moderating Role of Eco-Labeling Awareness Aulya Risky Afradini; Yenik Lidiawati; Sumin; Luqman; Nur Atiqah
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i2.3870

Abstract

The banking sector is undergoing a transformation toward sustainable business models to mitigate climate change risks, yet the emergence of "greenwashing" has increased customer skepticism. This study aims to analyze the influence of Green Trust and Green Brand Image on Islamic Bank Customer Loyalty, with Eco-Labeling Awareness as a mediating variable. Using a quantitative approach and PLS-SEM analysis on a sample of Millennial and Gen Z banking customers in Indonesia, the results reveal that Green Trust (X1) has a positive and significant effect on Customer Loyalty (Y) (T = 9.727, P = 0.000). Conversely, Green Brand Image (X2) does not significantly impact loyalty (T = 1.599, P = 0.110). Furthermore, Eco-Labeling Awareness (Z) serves as a significant mediator for the influence of Green Trust on loyalty (T = 9.727, P = 0.000), but fails to mediate the relationship between Green Brand Image and loyalty (T = 1.599, P = 0.110). These findings suggest that for Islamic banks, building deep trust through transparent environmental standards is more effective for fostering long-term loyalty than relying solely on brand image
Sistem Ekonomi dan Kebijakan Fiskal pada Zaman Rasulullah Aulya Risky Afradini; Ichan Iqbal
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1881

Abstract

Sistem ekonomi Islam di Madinah lahir sebagai antitesis terhadap tatanan sosio-ekonomi masyarakat Jahiliyah yang timpang dan didominasi praktik riba serta eksploitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara deskriptif pembangunan sistem ekonomi dan kebijakan fiskal pada masa Rasulullah SAW. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis melalui pendekatan studi literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasulullah SAW meletakkan fondasi kedaulatan ekonomi melalui transformasi sosiologis, seperti mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai strategi distribusi aset pertama. Pembangunan sistem ekonomi dilakukan melalui langkah-langkah strategis seperti pembangunan masjid sebagai pusat pemerintahan, pendirian pasar untuk memutus monopoli ekonomi tertentu, serta penyusunan konstitusi negara. Kebijakan ekonomi yang diterapkan mencakup kebijakan moneter tanpa riba dan kebijakan fiskal yang berorientasi pada keadilan sosial. Instrumen fiskal utama yang digunakan meliputi zakat, kharaj (pajak tanah), jizyah, ghanimah (rampasan perang), fa’i, dan khums. Seluruh pendapatan negara yang dikelola melalui Baitul Mal didistribusikan untuk memacu produktivitas, menjamin kesejahteraan rakyat, dan meminimalisir kesenjangan ekonomi. Prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kejujuran dalam perdagangan yang dicontohkan Rasulullah SAW memberikan wawasan bagi penerapan ekonomi Islam yang berkelanjutan di era modern.