Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Komsumen di Kalangan Pelajar SMA Negeri 1 Kabupaten Muaro Jambi Umar Hasan; Sasmiar Sasmiar; Suhermi Suhermi; Andi Najemi; Diana Amir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i2.155

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini agar pelajar bisa melindungi dirinya dari hal yang merugikan dalam memenuhi kebutuhannya. Lemahnya posisi konsumen dalam hubungan dengan pelaku usaha, maka perlu ditingkatkan martabat dan harkat konsumen dengan ditingkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran serta meningkatkan kemampuan konsumen untuk melindungi dirinya terutama dalam hal terjadinya kualitas dan kualitas barang yang tidak sesuai. Pelajar SMA merupakan bagian dari masyarakat yang sering melakukan transaksi secara langsung maupun secara online. Pelajar SMA termasuk komunitas yang paling aktif dalam penggunaannya dengann meningkatnya kebutuhan pelajar SMA dalam melakukan trasaksi. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi pada pelajar SMA Negeri 1 Kabupaten Muaro Jambi, maka sebaiknya kepada pelajar SMA Negeri 1 dibekali dengan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran akan perlindungan hukum terhapap konsumen. Melalui kegiatan Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif kepada pelajar SMA Negeri 1 Kabupaten Muaro Jambi. Target yang ingin dicapai Pelajar SMA Negeri 1 Kabupaten Muaro Jambi memahami dan menyadari apa saja hak dan kewajiban sebagai komsumen, sehingga menjadi konsumen yang cerdas dalam melakukan transaksi dengan pelaku usaha. Pelajar memahami dan menyadari untuk menjadi konsumen yang mandiri dalam melindungi dirinya. Peningkatan pemahaman dan kesadaran pelajar SMA Negeri 1 untuk menjadi konsumen yangmemahami haknya dan mampu melakukan upaya untuk menuntut ganti rugi jika haknya dilanggar.
Proses Penyelesaian Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Masyarakat Mudung Darat Kabupaten Muaro Jambi Andi Najemi; Hafrida Hafrida; Yulia Monita; Erwin Erwin; Adeb Davega Prasna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 9 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i9.267

Abstract

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) semakin banyak terjadi. Sehingga diperlukan tindakan dan  perhatian khusus, karena kasus ini  bukan lagi  persoalan individu (privasi) tetapi telah menjadi persoalan negara (public). Tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di dalam Masyarakat  seperti kekerasan fisik, seksual dan psikis.  Hal tersebut tidak terlepas dari dari  masih sedikit korban yang berani untuk melaporkan kasusnya kepada aparat penegak hukum,  adanya perasaan takut, ketidaktahuan, serta struktur budaya yang masih belum dipahami sebagian masyarakat dan juga mereka beralasan tidak mau tersebar karena menganggap adalah aib keluarga,  dianggap sebagai urusan yang privat yang masih ditutup-tutupi yang mana orang lain tidak berhak ikut campur permasalahan keluarganya. Oleh karena itu salah satu upaya yang dilakukan dalam pencegahan KDRT adalah melalui penyuluhan hukum,  Dari kondisi yang ada  masyarakat  belum mengetahui bahwa siapa saja yang dapat melaporkan dan selain itu belum mengetahui bentuk kekerasan dalam rumah tangga itu apa saja yang dapat dilaporkan. Sehingga sebagai akademisi yang memiliki kewajiban untuk mengupayakan kesejahteraan keluarga perlu melakukan upaya pencegahan bersama dalam meminimalisir adanya kasus KDRT di lingkungan sekitarnya melalui penyuluhan hukum. Program pengabdian ini  dilakukan guna memberikan bekal kepada mitra    agar mitra dapat mengetahui pencegahan perbuatan KDRT dan cara penyelesaiannya melalui Restorative Justice apabila terjadi kasus KDRT di lingkungan sekitarnya.
The Concept of Substantive Justice in Islamic Criminal Adjudication: A Doctrinal Analysis Andi Najemi; M. Kamal Fathoni
Decisio: Journal of Judicial Law and Procedure Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Gemini Littera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66882/decisio.v1i1.39

Abstract

Crimes against life represent the most serious violations of legal and moral order, demanding judicial reasoning that transcends procedural legality. In Islamic law, the protection of life (ḥifẓ al-nafs) constitutes a core objective of maqāṣid al-sharīʿah, positioning homicide not merely as a criminal offense but as a profound ethical and social transgression. This article examines judicial reasoning in adjudicating crimes against life from an Islamic law perspective, focusing on how substantive justice is constructed through judicial interpretation. Employing a normative legal research method with a judicial decision based approach, the study analyzes two Indonesian Supreme Court decisions, Decision No. 1282 K/Pid/2020 and Decision No. 813 K/Pid/2023 as primary legal materials. These rulings are examined to explore how judges assess intent, betrayal, and moral blameworthiness within the framework of positive criminal law. The findings reveal that judicial reasoning operates as a critical site of legal meaning-making, where statutory provisions are mediated through evaluative judgments concerning ethical gravity, relational harm, and proportional punishment. While Decision No. 1282 K/Pid/2020 demonstrates a stronger orientation toward substantive justice by incorporating moral considerations such as betrayal, Decision No. 813 K/Pid/2023 reflects a more restrained, procedural approach. From an Islamic law perspective, these variations highlight the normative potential of ijtihād qaḍāʾī in aligning adjudication with ethical responsibility and social justice. This study contributes to Islamic legal studies and judicial scholarship by positioning court decisions as arenas for substantive justice formation and by offering normative insights to strengthen value-oriented adjudication in cases involving the fundamental right to life.