Massikki Massikki
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan dan Daur Ulang limbah Aluminium Bengkel Sepeda Motor di Taeng Kabupaten Gowa Untuk Meningkatkan Nilai Jual Pada Masyarakat Andi Zulfikar Yusuf; Syafiuddin Parenrengi; Yasdin Yasdin; Ahmad Kurniawan; Massikki Massikki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12956

Abstract

Peningkatan aktivitas perawatan kendaraan bermotor di Kelurahan Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, menghasilkan limbah aluminium otomotif yang cukup besar dari berbagai komponen kendaraan seperti piston, rumah kopling, dan blok mesin. Sebagian besar limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dijual sebagai barang rongsokan dengan nilai ekonomi yang rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku bengkel dalam mengolah limbah aluminium menjadi komponen otomotif yang bernilai tambah melalui proses peleburan dan pengecoran. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan peserta secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan program, edukasi dan penyuluhan, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan selama 8 jam dengan melibatkan 15 peserta yang terdiri atas 5 orang pemilik bengkel dan 10 orang teknisi bengkel di wilayah Taeng. Sebanyak 20 kg limbah aluminium berhasil dikumpulkan dari bengkel mitra, dengan 10 kg di antaranya diolah melalui proses peleburan dan pengecoran menggunakan teknologi sederhana berbasis gas torch dan cetakan pasir. Produk yang berhasil dihasilkan berupa handle rem sepeda motor dan bak kopling yang memiliki bentuk dan fungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 38,4% menjadi 87,4%, serta peningkatan keterampilan dalam proses pemilahan bahan baku, peleburan, pembuatan cetakan, pengecoran, dan finishing produk. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis peserta, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan serta membuka peluang usaha berbasis daur ulang logam di lingkungan bengkel. Dengan demikian, program pengabdian ini mampu memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi serta mendukung penerapan ekonomi sirkular pada sektor otomotif.