This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Kimia
Wahyudi Wahyudi
Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI KINERJA CANGKANG TELUR SEBAGAI ADSORBEN DALAM PROSES ADSORPSI Najwa Putri Nabillah; Wahyudi Wahyudi; Noorma Kurnyawaty
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 2 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v20i2.55

Abstract

Cangkang telur ayam merupakan limbah organik yang mengandung kalsium karbonat (CaCO₃) dalam jumlah tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku sintesis kalsium oksida (CaO). Senyawa CaO memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai adsorben dalam penyerapan zat warna berbahaya seperti methylene blue. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kecepatan pengadukan terhadap efisiensi adsorpsi methylene blue menggunakan adsorben CaO hasil sintesis dari cangkang telur melalui metode presipitasi. Proses sintesis dilakukan dengan melarutkan cangkang telur dalam larutan HCl, diikuti dengan presipitasi menggunakan NaOH, serta tahap kalsinasi pada suhu 600°C untuk memperoleh CaO. Proses adsorpsi dilakukan dengan menambahkan 0,1 g adsorben ke dalam 25 mL larutan methylene blue 10 ppm pada pH netral selama 15 menit, dengan variasi kecepatan pengadukan 75–200 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pengadukan berpengaruh signifikan terhadap kinerja adsorpsi, di mana efisiensi tertinggi sebesar 81,96% diperoleh pada kecepatan 175 rpm. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan ukuran partikel berada pada rentang 271–390 nm, sedangkan analisis EDS mengidentifikasi unsur utama Ca (17,36%), O (33,01%), dan C (49,64%). Puncak serapan pada 515 cm⁻¹ pada spektrum FTIR menandakan adanya ikatan Ca–O. Berdasarkan analisis isoterm, model Freundlich menunjukkan kesesuaian terbaik (R² = 0,97), yang mengindikasikan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara fisis melalui mekanisme multilayer.