p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kompetitif
Albetris
Magister Ekonomi, Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Sistem Reward terhadap Kinerja Organisasi pada Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambi Noviardi Ferzi; Albetris; Friska Artaria Sitanggang; Dian Yulistarini
Jurnal Kompetitif Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kompetitif
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/kompetitif.v14i1.1304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem reward terhadap kinerja organisasi pada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang merupakan anggota aktif BEM. Uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai korelasi r hitung lebih besar dari r tabel (0.279), sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.834, yang berarti instrumen reliabel. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa sistem reward berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi dengan persamaan regresi Y = 2.832 + 0.248X. Nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.001 < 0.05 dan t hitung > t tabel, yang mengindikasikan bahwa variabel reward memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.783 menunjukkan bahwa 78,3% variasi kinerja organisasi dapat dijelaskan oleh variabel reward, sementara sisanya sebesar 21,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Hasil ini mengimplikasikan bahwa sistem reward yang tepat dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kinerja organisasi kemahasiswaan secara efektif.
Model Evaluatif Kinerja Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Budaya Organisasi dan Kompetensi Manajerial di Era Disrupsi Said Almaududi; Albetris
Jurnal Kompetitif Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kompetitif
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/kompetitif.v14i1.1311

Abstract

Era disrupsi menuntut perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta (PTS), untuk mampu mengelola institusi secara adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh budaya organisasi dan kompetensi manajerial terhadap kinerja institusional pada universitas swasta terakreditasi di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 pimpinan struktural dan manajerial di PTS Provinsi Jambi. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan model Competing Values Framework untuk budaya organisasi dan model Boyatzis untuk kompetensi manajerial. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 25 dan pendekatan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja institusi (β = 0,310; p < 0,001), begitu pula kompetensi manajerial (β = 0,549; p < 0,001), dengan kontribusi kolektif sebesar 59,4% terhadap variasi kinerja institusi (R² = 0,594). Korelasi parsial menunjukkan bahwa kompetensi manajerial memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan budaya organisasi. Selain itu, ditemukan bahwa budaya organisasi turut memperkuat kompetensi manajerial secara tidak langsung. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kinerja PTS memerlukan integrasi antara pembangunan budaya organisasi yang positif dan peningkatan kapasitas manajerial pimpinan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian tentang manajemen pendidikan tinggi melalui pendekatan integratif perilaku organisasi dan manajemen strategis di Provinsi Jambi. Secara praktis, hasil Penelitian ini merekomendasikan program pelatihan manajerial, penguatan nilai budaya akademik, serta evaluasi kepemimpinan secara berkala di lingkungan PTS. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji peran mediasi variabel lain seperti kepemimpinan transformasional atau iklim organisasi dalam memperkuat hubungan antar variabel utama.
Kontribusi Upah dan Insentif Perspektif Islam terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan: Studi pada PT. Hutan Alam Lestari Kabupaten Batang Hari Sumantri; Albetris; Dian Yulistarini
Jurnal Kompetitif Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kompetitif
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/kompetitif.v14i1.1410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana relevansi sistem upah dan insentif dalam perspektif Islam memengaruhi kinerja karyawan pada PT. Hutan Alam Lestari yang berlokasi di Jembatan Mas, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Variabel bebas (independen) dalam penelitian ini terdiri dari Upah (X1) dan Insentif (X2), sedangkan variabel terikat (dependen) adalah Kinerja Karyawan (Y). Uji hipotesis dilakukan melalui analisis statistik menggunakan Uji t, Uji F, dan Koefisien Determinasi (Adjusted R Square). Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Upah (X1) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y), dengan nilai thitung sebesar 5,697, yang lebih besar dibandingkan dengan ttabel sebesar 2,018. Demikian pula, variabel Insentif (X2) juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y), dengan nilai thitung sebesar 3,220 yang melebihi ttabel Pengujian secara simultan menggunakan Uji F menunjukkan bahwa Upah dan Insentif secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan, dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 229,124 yang jauh lebih besar daripada Ftabel sebesar 3,22. Selain itu, nilai Adjusted R Square sebesar 0,912 mengindikasikan bahwa 91,2% variasi Kinerja Karyawan dapat dijelaskan oleh Upah dan Insentif, sedangkan sisanya 8,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.