Rafli Ibra Muzaki
Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NANOFORMULASI DALAM KIMIA MEDISINAL : MENINGKATKAN EFEKTIVITAS OBAT Saeful Amin; Rafli Ibra Muzaki
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 2 (2025): Inovasi dalam Pengembangan Obat: Pendekatan Nanoformulasi, Struktur Molekuler, d
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i2.18810

Abstract

Nanoformulasi telah muncul sebagai solusi inovatif dalam kimia medisinal untuk meningkatkan kelarutan, bioavailabilitas, dan efektivitas terapeutik senyawa aktif. Dalam penelitian ini, kami mengeksplorasi pendekatan pembuatan nanopartikel menggunakan metode top-down dan bottom-up dengan fokus pada tantangan yang berhubungan dengan kelarutan dan penyerapan senyawa. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nanopartikel dengan ukuran optimal berkisar antara 50 hingga 200 nm memiliki stabilitas yang baik, yang dikonfirmasi melalui analisis Dynamic Light Scattering (DLS) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Studi sitotoksisitas yang dilakukan pada sel HeLa menunjukkan bahwa nanopartikel secara signifikan mengurangi viabilitas sel kanker dibandingkan dengan senyawa aktif yang diberikan dalam bentuk larutan biasa. Pengukuran nilai IC50 yang diperoleh mencerminkan peningkatan efektivitas nanopartikel dalam menargetkan sel kanker, yang sejalan dengan penelitian sebelumnya mengenai pengiriman obat yang lebih terarah. Selain itu, uji in vivo menunjukkan peningkatan penargetan nanopartikel ke jaringan tumor, yang dapat meminimalkan efek samping pada jaringan sehat, mendukung observasi bahwa penggunaan nanopartikel dalam pengobatan onkologi menghasilkan hasil terapetik yang lebih baik. Salah satu keuntungan utama dari nanoformulasi adalah kemampuannya untuk meningkatkan kelarutan senyawa obat yang memiliki sifat hidrofobik, yang sering kali menjadi kendala utama dalam pengembangan obat. Nanopartikel tidak hanya meningkatkan bioavailabilitas senyawa, tetapi juga memperpanjang waktu paruh obat dalam sirkulasi sistemik, yang berkontribusi pada pengobatan yang lebih efisien. Penelitian ini menegaskan potensi besar nanoformulasi dalam meningkatkan efektivitas terapi kanker dan mendorong penelitian lebih lanjut untuk aplikasi di bidang onkologi dan pengobatan penyakit infeksi lainnya.