Novia Delita
Departemen Biologi Farmasi-Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI AKTIVITAS ANTIDEPRESAN DARI FRAKSI EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) MELALUI UJI OPEN FIELD TEST PADA TIKUS PUTIH JANTAN Novia Delita; Hadi Sunaryo; Alya Novianti
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 2 (2025): Inovasi dalam Pengembangan Obat: Pendekatan Nanoformulasi, Struktur Molekuler, d
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i2.21144

Abstract

Biji buah pepaya (Carica papaya L.) adalah bagian dari buah pepaya yang memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, antrakuinon, dan antosianin. Dalam penelitian sebelumnya, diketahui bahwa ekstrak etanol dari biji pepaya memiliki aktivitas antidepresan, terlihat dari penurunan waktu immobility pada hewan uji. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian aktivitas dari fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air yang berasal dari ekstrak etanol 70% biji pepaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antidepresan dari ketiga fraksi tersebut pada tikus putih jantan dengan metode peningkatan jumlah line crossing. Hasil uji statistik ANOVA satu arah menunjukkan bahwa setelah 7 hari perlakuan diperoleh p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok perlakuan. Kesimpulan yang didapat  bahwa semua kelompok uji fraksi air, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat memiliki efek antidepresan karena berbeda bermakna dengan kontrol negatif (p<0,05). Fraksi air dosis 2299 mg/kgBB memberikan aktivitas antidepresan yang sebanding dengan fluoxetine sebagai kontrol positif.
POTENSI TUMBUHAN OBAT ANTIMAAG DI DESA WANGUNJAYA, BANTEN: KAJIAN ETNOMEDISIN, SKRINING FITOKIMIA, DAN PROFIL KLT Novia Delita; Rindita Rindita; Ramdlan Fauzi
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 3, No 1 (2026): Eksplorasi Strategi Terapeutik: Dari Potensi Bahan Alam hingga Evaluasi Pengguna
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v3i1.24712

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional masih menjadi bagian penting dalam praktik kesehatan masyarakat Desa Wangunjaya, Banten khususnya untuk penanganan penyakit maag. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan keanekaragaman spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat antimaag, meliputi bagian tanaman yang digunakan, metode pengolahan tradisional, kandungan metabolit sekunder, serta karakteristik profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, analisis Use Value (UV), serta karakterisasi fitokimia menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Informan dipilih dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 10 spesies tumbuhan dari 7 famili sebagai obat antimaag. Spesies dengan nilai Use Value (UV) tertinggi adalah jukut bau (Ageratum conyzoides L.) sebesar 0,64, yang menunjukkan tingkat pemanfaatan paling tinggi oleh masyarakat. Famili Zingiberaceae merupakan famili yang paling banyak digunakan, dengan bagian daun sebagai organ tanaman yang paling sering dimanfaatkan, dan metode  pengolahan yang umumnya adalah perebusan. Skrining fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa metabolit sekunder utama berupa alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Sementara itu, profil KLT menunjukkan variasi pola senyawa alkaloid dan flavonoid yang berpotensi mendukung aktivitas antimaag pada tumbuhan yang digunakan secara tradisional.