Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional masih menjadi bagian penting dalam praktik kesehatan masyarakat Desa Wangunjaya, Banten khususnya untuk penanganan penyakit maag. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan keanekaragaman spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat antimaag, meliputi bagian tanaman yang digunakan, metode pengolahan tradisional, kandungan metabolit sekunder, serta karakteristik profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, analisis Use Value (UV), serta karakterisasi fitokimia menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Informan dipilih dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 10 spesies tumbuhan dari 7 famili sebagai obat antimaag. Spesies dengan nilai Use Value (UV) tertinggi adalah jukut bau (Ageratum conyzoides L.) sebesar 0,64, yang menunjukkan tingkat pemanfaatan paling tinggi oleh masyarakat. Famili Zingiberaceae merupakan famili yang paling banyak digunakan, dengan bagian daun sebagai organ tanaman yang paling sering dimanfaatkan, dan metode pengolahan yang umumnya adalah perebusan. Skrining fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa metabolit sekunder utama berupa alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Sementara itu, profil KLT menunjukkan variasi pola senyawa alkaloid dan flavonoid yang berpotensi mendukung aktivitas antimaag pada tumbuhan yang digunakan secara tradisional.