Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membahayakan. Selain itu, penyebab kematian terbesar kedua di dunia dan sebanyak 9,6 juta kasus kematian telah terjadi pada tahun 2018. Salah satu jenis kanker yang banyak menyerang penduduk Indonesia yaitu kanker payudara. Pengobatan medis untuk kanker biasanya dilakukan melalui kemoterapi, Salah satu tanaman yang dapat digunakan dalam kemoterapi secara alami adalah Curcuma Longa Linn. atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kunyit. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam kunyit pada penelitian ini, uji dilakukan dengan perangkat lunak autodock 4.2. Sebagai data pembanding dipersiapkan data ligan yaitu remdesivir menggunakan struktur 3D dengan format sdf yang diunduh melalui https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/. Situs ini menyediakan database struktur senyawa untuk keperluan virtual screening. 5 senyawa tersebut ditunjukkan Hasil penelitian yang didapatkan pada senyawa kurkumin memiliki konstanta inhibisi 8.69 mM dan energi bebas -2.81 kcal/mol, senyawa atlanton memiliki konstanta inhibisi 11.40 uM dan energi bebas -6.74 kcal/mol, senyawa bisdemethoxycurcumin konstanta 1.92 mM dan energi bebas -3.70 kcal/mol. Beberapa senyawa kurkumin memiliki aktivitas dalam penghambatan antikanker payudara karena memiliki kemiripan asam amino dengan obat standar yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara yaitu kurkumin. Dari lima senyawa pada kunyit atlanton memiliki potensi lebih baik dalam penghambatan antikanker payudara dengan afinitas ikatan terbaik pada sisi aktif Main protease.