Muhammad Fauzi
Fakultas Farmasi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-banjari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS PENGHAMBATAN RESEPTOR hER-α (3ERT) OLEH SENYAWA AKTIF HERBA BINAHONG (Anredera Cordifolia) SECARA IN SILICO Della Primalia Septiani; Rida Rida; Dewi Sapitri; Rizki Rahmadi Pratama; Muhammad Fauzi
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 2, No 1 (2025): Sinergi Ilmu Farmasi Modern dan Tradisi Islam untuk Kesehatan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v2i1.19583

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama dalam jumlah kasus dan penyebab kematian terbesar setiap tahunnya. Kanker payudara disebabkan dengan kehadiran ekstra esterogen yang ditandai dengan dengan tumbuhnya sel abnormal pada lobula payudara serta dapat bermetastasis ke organ tubuh yang lain. Senyawa pada daun Binahong (Anredera cordifolia) dikenal mengandung fitoestrogen yang memiliki cara kerja sebagai estrogen yang berfungsi untuk mempengaruhi pemecahan dan produksi pada tubuh dan menjaga keseimbangan hormon dengan mensubstitusi tingkat yang rendah dan mencegah tingkat yang berlebihan. Studi ini dilakukan dengan cara simulasi penambatan molekuler serta kesesuaian dengan parameter aturan Lipinski. Penelitian ini menggunakan reseptor hER-α  (PDB ID: 3ERT), ligan alami 4-Hydroxytamoxifen, dan senyawa aktif dari daun Binahong (Anredera cordifolia) sebagai ligan uji. Penghambatan tertinggi dimiliki oleh Senyawa beta-sitosterol yang memiliki energi bebas sebesar (-11.60 kkal/mol), dan konstanta inhibisi (3.13 nM). Sehingga senyawa Beta-sitosterol memiliki potensi sebagai inhibitor hER-α yang paling baik diantara senyawa lainnya yang terdapat dalam kandungan tanaman Binahong.
Molecular Docking Pada Senyawa Tanaman Kunyit (Curcuma Longa Linn) Yang Berpotensi Sebagai Antikanker Payudara Main protease (Mpro) Nur Laila; Darmatasiah Darmatasiah; Farras Nur Fahira; Nisrina Faiha; Muhammad Fauzi
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 2 (2024): Volume 1 No 2
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i2.16893

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membahayakan. Selain itu, penyebab kematian terbesar kedua di dunia dan sebanyak 9,6 juta kasus kematian telah terjadi pada tahun 2018. Salah satu jenis kanker yang banyak menyerang penduduk Indonesia yaitu kanker payudara. Pengobatan medis untuk kanker biasanya dilakukan melalui kemoterapi, Salah satu tanaman yang dapat digunakan dalam kemoterapi secara alami adalah Curcuma Longa Linn. atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kunyit. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam kunyit pada penelitian ini, uji dilakukan dengan perangkat lunak autodock 4.2. Sebagai data pembanding dipersiapkan data ligan yaitu remdesivir menggunakan struktur 3D dengan format sdf yang diunduh melalui https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/. Situs ini menyediakan database struktur senyawa untuk keperluan virtual screening. 5 senyawa tersebut ditunjukkan Hasil penelitian yang didapatkan pada senyawa kurkumin memiliki konstanta inhibisi 8.69 mM dan energi bebas -2.81 kcal/mol, senyawa atlanton memiliki konstanta inhibisi 11.40 uM dan energi bebas -6.74 kcal/mol, senyawa bisdemethoxycurcumin konstanta 1.92 mM dan energi bebas -3.70 kcal/mol. Beberapa senyawa kurkumin memiliki aktivitas dalam penghambatan antikanker payudara karena memiliki kemiripan asam amino dengan obat standar yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara yaitu kurkumin. Dari lima senyawa pada kunyit atlanton memiliki potensi lebih baik dalam penghambatan antikanker payudara dengan afinitas ikatan terbaik pada sisi aktif Main protease.