Yelly Bestari
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Borneo Lestari, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Fisik dan Potensi Antioksidan Face Mist Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Metode DPPH nur Rahmiati; Yelly Bestari; Putri Indah Sayakti
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 2 (2024): Volume 1 No 2
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i2.17481

Abstract

Ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki kandungan senyawa flavanoid yang berperan sebagai antioksidan dan efektif dalam penangkapan radikal bebas, sehingga dapat digunakan sebagai bahan alami formulasi sediaan Face Mist yang berkhasiat sebagai antioksidan. Sediaan Face Mist memiliki alasan yang menguntungkan dalam penggunaannya seperti perlindungan terhadap radikal bebas, mudah digunakan, menyegarkan kulit, mengurangi tanda penuaan, dan meningkatkan efektivitas skincare lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan Face Mist ekstrak bunga telang dan aktivitas antioksidannya. Ekstrak etanol bunga telang dibuat menjadi dengan konsentrasi ekstrak 1% dan variasi konsentrasi gliserin 10%, 15%, dan 20%. Uji karakteristik fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan waktu kering. Hasil uji organoleptis menunjukkan semua formula memiliki bentuk cair, warna biru keunguan, dan bau aroma mawar. Uji homogenitas menunjukkan hasil homogen untuk semua formula. Uji pH menunjukkan nilai pH untuk F1 (4,0-4,1), F2 (4,5-4,7), dan F3 (4,7-4,8). Uji waktu kering menghasilkan waktu kering untuk F1 (2:32-2:42), F2 (2:03-2:08), dan F3 (1:09-1:19). Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 kuersetin sebesar 3,406 ppm, IC50 ekstrak bunga telang sebesar 89,865 ppm, dan IC50 sediaan face mist F3 sebesar 99,514 ppm yang termasuk dalam kategori kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F3 dipilih sebagai formula paling optimal karena memiliki pH yang mendekati pH fisiologis kulit, waktu kering yang cepat, serta aktivitas antioksidan yang memadai meskipun tidak sekuat kuersetin atau ekstrak bunga telang murni.