Transformasi ritual keagamaan di masyarakat perkotaan menjadi fenomena yang kompleks akibat dinamika antara pelestarian tradisi dan penetrasi nilai-nilai modernitas. Studi ini bertujuan untuk mengkaji perubahan bentuk, makna, dan fungsi ritual keagamaan dalam konteks urban, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam di beberapa komunitas keagamaan di kota besar, ditemukan bahwa ritual-ritual mengalami adaptasi signifikan baik dari segi waktu pelaksanaan, tempat, hingga media yang digunakan, seperti pemanfaatan teknologi digital. Namun demikian, esensi spiritual dan nilai-nilai komunal tetap dipertahankan meski dalam format yang lebih fleksibel. Hasil penelitian menunjukkan adanya dialektika antara tradisi dan modernitas, yang tidak selalu bersifat kontradiktif, tetapi justru menciptakan bentuk baru keberagamaan yang kontekstual dengan kehidupan masyarakat urban. Studi ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika keberagamaan di tengah transformasi sosial budaya kota