Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Politik Desa : Kegiatan Coblos Kepala Desa atau ‘Lurahan’ di Desa Krikilan Almira Aulia Azzahra
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa kerap dipandang lemah serta diabaikan karena potensinya yang tidak terlalu muncul pada permukaan, namun siapa sangka tingkat desa juga menggenggam permainan politik seperti politik negara. Pembeda antara pemerintahan negara dan desa terletak pada struktur serta tugas dan wewenang dari pemegang kedudukan. Presiden memimpin negara Indonesia, sedangkan kepala desa menjadi pemimpin daripada desa. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif, yang mana mengandalkan penjabaran data secara rinci atau deskriptif sehingga tidak menimbulkan informasi yang menimbulkan salah paham atau salah pengartian. Di dalam penelitian kualitatif, terkemas beberapa pilihan jenis pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, studi kasus, studi literatur, dan lain sebagainya. Salah satu teknik populer dan sulit adalah wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu politik dari sebuah desa dengan melihat struktur pemerintahannya, terutama pada kepala desa melalui penyelenggaraan pemilu di desa Krikilan. Desa Krikilan memiliki contoh sederhana dalam pelaksanaan politik. Layaknya pemilu negara, Desa Krikilan pada nyatanya menggelar acara pemilu guna menentukan siapa kepala desa atau lurah selanjutnya. Tradisi warga desa Krikilan menyebut sebagai ‘lurah-lurahan’.Desa seakan turunan dari negara atau pusat dan merupakan organisasi dengan struktur yang jelas serta memiliki tujuan bersama.
Perspektif Independent Woman dalam Menegosiasikan Kesetaraan Pernikahan: Analisis Hegemoni Maskulinitas di Kelurahan Gondangdia Jakarta Pusat Almira Aulia Azzahra; Refti Handini Listyani
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5257

Abstract

The rise of women's independence, or the phenomenon of the Independent Woman in various contexts, such as education, finances, and self-control, has created new expectations for partners and marriage. This study contributes to social and gender studies with the aim of subjectively analyzing how independent women negotiate forms of equality in marriage, examined from several aspects, including education, finances, decision-making, domestic roles, and emotional support. This study uses qualitative methods with a phenomenological approach and R.W. Connell's theory of masculine hegemony as an analytical tool. Subjects were determined using purposive sampling and snowball sampling techniques involving single and married women. The results show that there are differences in negotiation experiences based on the actual and prospective practices of independent women. These findings also confirm that independent women do not passively accept the hegemony of masculinity that still prevails in the realm of marriage, but rather apply it more flexibly according to their individual lives. By comparing the experiences of single and married independent women, which have rarely been studied empirically, this study is expected to reflect on the importance of real husband-wife partnerships in reducing the likelihood of inequality.