Hilda Santosa
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Personal Hygiene terhadap Kualitas Hidup Pasien Dermatitis Kontak di Poli Kulit RSUD Kota Mataram Asmara Tantya Fitria Manggali Purwanta; Lysa Mariam; Sabariah Sabariah; Hilda Santosa; Wiwin Mulianingsih
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24821

Abstract

ABSTRACT Contact dermatitis is a common skin disease that can significantly affect patients’ quality of life, including physical, psychological, and social aspects. Behavioral factors such as knowledge, attitude, and personal hygiene are assumed to play an important role in influencing the quality of life of patients with contact dermatitis; however, previous studies have reported inconsistent findings. This study aimed to determine the relationship between knowledge, attitude, and personal hygiene and the quality of life of patients with contact dermatitis at the Dermatology Outpatient Clinic of RSUD Kota Mataram. This study was an analytical observational quantitative study using a cross-sectional design. The sample consisted of 115 patients diagnosed with contact dermatitis, selected using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires assessing knowledge, attitude, and personal hygiene, as well as the Dermatology Life Quality Index (DLQI) to measure quality of life. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Spearman Rank correlation test at a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had poor knowledge (55.7%), positive attitudes (63.5%), and good personal hygiene (57.4%). Most patients (62,6%) reported minimal impact on their quality of life, while others (37,4%) experienced mild to severe impairment. Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between knowledge and quality of life (r = 0.411; p = 0.000) and between personal hygiene and quality of life (r = 0.599; p = 0.000). Attitude also showed a statistically significant but weak correlation with quality of life (r = 0.292; p = 0.002). In conclusion, knowledge and personal hygiene play important roles in improving the quality of life of patients with contact dermatitis.  Keywords: Contact Dermatitis, Knowledge, Attitude, Personal Hygiene, Quality of Life, DLQI.  ABSTRAK Dermatitis kontak merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai dan menimbulkan dampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Faktor perilaku seperti pengetahuan, sikap, dan personal hygiene diduga berperan dalam memengaruhi kualitas hidup pasien dermatitis kontak, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan personal hygiene terhadap kualitas hidup pasien dermatitis kontak di Poli Kulit RSUD Kota Mataram. Penelitian ini kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 115 pasien dermatitis kontak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, sikap, personal hygiene, serta instrumen Dermatology Life Quality Index (DLQI) untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik (55,7%), sikap positif (63,5%), dan personal hygiene baik (57,4%). Mayoritas pasien (62,6%) melaporkan memiliki kualitas hidup yang tidak terlalu terganggu, namun sebagian lainnya (37,4%) mengalami gangguan kualitas hidup dari ringan hingga berat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kualitas hidup (r = 0,411; p = 0,000) dan antara personal hygiene dengan kualitas hidup (r = 0,599; p = 0,000). Sementara itu, sikap memiliki hubungan yang lemah namun signifikan secara statistik terhadap kualitas hidup (r = 0,292; p = 0,002). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan personal hygiene berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dermatitis kontak.  Kata Kunci: Dermatitis Kontak, Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene, Kualitas Hidup, DLQI.
Hubungan Anemia Kehamilan, Status Ekonomi dan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Anak di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara Nayna Aulia Lubis; Lalu Irawan Surasmaji; I Gede Angga Adnyana; Hilda Santosa
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18710

Abstract

ABSTRACT Stunting refer to impaired physical and cognitive growth. It is often caused by prolonged malnutrition. This Condition is influenced by several factors, such as history of pregnancy-related anemia, feeding patterns, and economic status. Understanding the relationship between these factors is Important for stunting control and prevention. This study investigates the correlation between history of pregnancy-related anemia, feeding patterns, and economic status with the incidence of stunting at Puskesmas Pemenang in North Lombok Regency. This study was an analytical observational with cross-sectional design approach. A total of 91 participants were selected through non-probability purposive sampling. The Study was conducted at Puskesmas Pemenang, North Lombok Regency, in September 2024. The data obtained were analyzed through the Chi-square test, with a significance threshold established at p0.05. Univariate analysis revealed that 41 (45.1%) children exhibited stunting, 49 (53.8%) mothers had a history of pregnancy-related anemia, 35 (38.5%) respondents demonstrated inappropriate dietary patterns, and 68 (74.7%) respondents were classified as having an economic status below the minimum wage. Bivariate analysis revealed a statistically meaningful correlation between a history of pregnancy-related anemia and stunting, yielding a p-value of 0.002 (PR: 2.33; 95% CI: 1.343-4.070). Additionally, a significant association was found between inappropriate dietary patterns and the incidence of stunting, with a p-value of 0.001 (PR: 3.08; 95% CI: 1.894-5.028). Conversely, no significant association was observed between economic status and the incidence of stunting, with a p-value of 0.165 (PR: 1.64; 95% CI: 0.847-3.185). History of pregnancy-related anemia and inappropriate dietary patterns are strongly linked to the occurrence of stunting in a statistically significant manner. In contrast, economic status does not show a significant statistical association with the incidence of stunting. Keywords: Stunting, Child Nutrition, Maternal and Child Health, Dietary Patterns, Pregnancy-Related Anemia, Economic Status.  ABSTRAK Stunting merupakan suatu kegagalan pertumbuhan pada tubuh dan otak anak. Hal ini muncul sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti riwayat anemia kehamilan, pola pemberian makan dan status ekonomi. Mengetahui hubungan berbagai faktor ini penting untuk pencegahan dan pengendalian stunting. Mengetahui hubungan antara riwayat anemia kehamilan, pola pemberian makan dan status ekonomi dengan kejadian stunting pada Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif-observasional, dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 91 sampel dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara pada bulan September 2024. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan 41 (45,1%) anak mengalami stunting, 49 (53,8%) ibu memiliki riwayat anemia kehamilan, 35 (38,5%) responden memiliki pola makan tidak tepat dan 68 (74,7%) responden memiliki status ekonomi dibawah UMR. Analisis bivariat pada riwayat anemia kehamilan dan stunting menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p: 0,002 (PR: 2,33; CI 95%: 1,343-4,070). Hubungan signifikan juga didapatkan antara pola pemberian makan dan stunting dengan nilai p 0,001 (PR: 3,08; CI 95%: 1,894-5,028). Antara status ekonomi dan kejadian stunting tidak menunjukan hubungan yang signifikan, dengan nilai p: 0,165 (PR 1,64; CI 95%: 0,847-3,185). Riwayat anemia pada masa kehamilan dan pola pemberian makan berhubungan signifikan secara statistik dengan kasus stunting. Antara status ekonomi dan kejadian stunting juga tidak menunjukan hubungan yang signifikan. Kata Kunci: Stunting, Gizi Balita, Kesehatan Ibu dan Anak, Pola Makan Balita, Anemia Kehamilan, Status Ekonomi Keluarga