Nur Azizah Indriastuti
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Perilaku Seksual Pada Odha Dengan Tingkat Kecemasan Terkait IMS Ryian Aryiani; Nur Azizah Indriastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20928

Abstract

ABSTRACT Sexual behavior that involves changing partners causes an increase in STIs. Higher risk of transmission comes from sexual behavior in People with HIV/AIDS (PLWHA). Sexual behavior in PLWHA can have a negative impact on psychological health, such as anxiety. This is because PLWHA are worried about contracting STIs or transmitting them to their partners. This study aims to determine the relationship between sexual behavior and anxiety levels. This study used a non-experimental quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 60 PLWHA at the Victory Plus Foundation in Yogyakarta, selected through purposive sampling techniques. Data were collected using a questionnaire on sexual behavior and anxiety levels. The results showed that the majority were 30 years old, 31 respondents (50.8%). Male gender 45 respondents (73.8%). The last level of education was high school/equivalent 38 respondents (62.3%). Unemployed 24 respondents (39.3%). Social support 33 respondents (54.1%). The anxiety level in PLWHA was mostly mild, as many as 32 respondents (51.6%). Sexual behavior in PLWHA was mostly risky, as many as 50 respondents (80.6%). Based on the chi-square test, there was a significant relationship between the sexual behavior questionnaire and anxiety levels. Keywords: Sexual Behavior, Anxiety Level ABSTRAK Perilaku seksual yang berganti-ganti pasangan menyebabkan peningkatan penyakit IMS. Penularan yang lebih berisiko berasal dari perilaku seksual pada Orang Dengan HIV /AIDS (ODHA). Perilaku seksual pada ODHA dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan psikologis, seperti kecemasan. Hal ini dikarenakan ODHA merasa khawatir tertular IMS atau menularkan kepada pasangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku seksual dengan tingkat kecemasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non ekprimental dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 60 ODHA di Yayasan Victory Plus Yogyakarta, dipilih melalui teknik purposive sampling.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku seksual dan tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berusia 30 tahun sebanyak 31 responden (50,8 %). Jenis kelamin laki-laki 45 responden (73,8 %). Jenjang pendidikan terakhir SMA/sederajat 38 responden (62,3 %). Tidak bekerja 24 responden (39,3 %). Dukungan sosial 33 responden (54,1 %). Tingkat kecemasan pada ODHA mayoritas ringan sebanyak 32 responden (51,6%). Perilaku seksual pada ODHA mayoritas berisiko sebanyak 50 responden (80,6%).  Berdasarkan Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kuesioner perilaku seksual dan tingkat kecemasan. Kata Kunci: Perilaku Seksual, Tingkat Kecemasan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Tenaga Kesehatan Mengisi Buku Kia Pada Saat Pemeriksaan Kehamilan Nabila Quratul Atiqah; Nur Azizah Indriastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20926

Abstract

ABSTRACT The Maternal and Child Health (MCH) Handbook is a crucial tool in Indonesia's maternal and child health program, serving as an early detection medium for health risks and promoting effective communication between healthcare providers and families. Compliance of healthcare workers in filling out the MCH Handbook reflects professional task execution, influenced by factors such as knowledge, attitude, workload, motivation, and perception. This study aims to identify the factors that influence healthcare workers' compliance in completing the MCH Handbook during antenatal care at AMC Hospital Yogyakarta. This descriptive quantitative study employed a cross-sectional approach involving 36 healthcare workers using a structured questionnaire. The variables investigated included knowledge, attitude, workload, motivation, and perception regarding the use of the MCH Handbook. Data were analyzed using univariate, bivariate, and normality tests. Most respondents were in early adulthood (25–39 years) at 86.1%, held a diploma (D3) as their highest education level (63.9%), worked as midwives (52.8%), and had 1 to less than 5 years of work experience (55.6%). The results showed that the majority of healthcare workers had good knowledge, attitudes, motivation, and perception toward the MCH Handbook. However, weak correlations were found between knowledge, attitude, workload, and motivation with compliance. A significant positive correlation was found between perception and compliance, with r = 0.401 and a p-value of 0.015, indicating that improved perception of the MCH Handbook among healthcare workers can enhance their compliance. This study concludes that enhancing healthcare workers' perception and reducing their workload can significantly improve compliance in completing the MCH Handbook. The key factor influencing healthcare workers’ compliance in filling out the MCH Handbook is perception. Keywords: KIA Book, Adherence, Healthcare Professionals, Pregnancy Check-Up, Perception.  ABSTRAK Buku KIA merupakan alat yang sangat penting dalam program kesehatan ibu dan anak di Indonesia, berfungsi sebagai sarana deteksi dini terhadap risiko kesehatan dan mendukung komunikasi yang efektif antara petugas kesehatan dan keluarga. Kepatuhan tenaga kesehatan dalam mengisi buku KIA mencerminkan pelaksanaan tugas profesional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, sikap, beban kerja, motivasi, dan persepsi yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan dalam mengisi buku KIA pada saat pemeriksaan kehamilan di Rumah Sakit AMC Yogyakarta. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 36 tenaga kesehatan menggunakan kuesioner terstruktur. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, beban kerja, motivasi, dan persepsi terkait penggunaan buku KIA. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan uji normalitas. Mayoritas responden berada pada rentang usia dewasa awal (25–39 tahun) sebanyak 86,1%, berpendidikan terakhir D3 (63,9%), bekerja sebagai bidan (52,8%), dan memiliki masa kerja 1 hingga kurang dari 5 tahun (55,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, sikap, motivasi, dan persepsi yang baik terhadap buku KIA, meskipun ditemukan korelasi yang lemah antara pengetahuan, sikap, beban kerja, dan motivasi dengan kepatuhan. Korelasi positif yang signifikan ditemukan antara persepsi dan kepatuhan dengan r = 0,401 dan p-value sebesar 0,015, yang menunjukkan bahwa peningkatan persepsi tenaga kesehatan terhadap buku KIA dapat meningkatkan kepatuhan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meningkatkan persepsi tenaga kesehatan dan mengurangi beban kerja mereka dapat secara signifikan meningkatkan kepatuhan dalam pengisian buku KIA. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan petugasan kesahatan dalam mengisi buku KIA adalah persepsi. Kata Kunci: Buku KIA, Kepatuhan, Tenaga Kesehatan, Pemeriksaan Kehamilan, Persepsi.
Gambaran Pemanfaatan Buku KIA Pada Ibu Hamil Vinna Aurelia Widiasari; Nur Azizah Indriastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20822

Abstract

ABSTRACT The Maternal and Child Health (KIA) Book is an important media that functions as a guide for pregnant women to monitor their pregnancy and obtain health information. However, its utilization is still not optimal due to various factors such as the mother's knowledge and attitude. This study aims to determine the description of the utilization of the KIA Book in pregnant women in the work area of the Kasihan 1 Bantul Health Center. This study uses a quantitative approach with a descriptive method. The sample consisted of 33 pregnant women who were selected by considering the theory of Baley and Mahmud and a 10% dropout risk. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately and bivariately using SPSS version 26.The majority of respondents had a level of utilization of the KIA Book in the "good" category of 63.6%. The results of the frequency distribution showed that most pregnant women routinely read, carry, and use the KIA Book as a guide to care during pregnancy. However, there were still respondents who were in the "less" category, especially in terms of active use such as self-recording and recommended physical activity. Although most pregnant women have utilized the KIA Book well, overall utilization is still not optimal. Increased education and assistance are needed to optimize the role of the KIA Book as a medium for information and monitoring maternal and child health. Keywords: KIA Book, Pregnant Women, Utilization, Pregnancy ABSTRAK Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media penting yang berfungsi sebagai panduan bagi ibu hamil untuk memantau kehamilan serta memperoleh informasi kesehatan. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal karena berbagai faktor seperti pengetahuan dan sikap ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan Buku KIA pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kasihan 1 Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel pada prnrlitian ini berjumlah 33 ibu hamil yang dipilih dengan mempertimbangkan teori Baley dan Mahmud serta risiko dropout 10%. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menggunakan SPSS versi 26. Mayoritas responden memiliki tingkat pemanfaatan buku KIA dalam kategori "baik" sebesar 63,6%. Hasil distribusi frekuensi menunjukkan sebagian besar ibu hamil rutin membaca, membawa, dan menggunakan buku KIA sebagai panduan perawatan selama kehamilan. Namun, masih terdapat responden yang berada pada kategori "kurang", khususnya pada aspek penggunaan aktif seperti pencatatan mandiri dan aktivitas fisik yang direkomendasikan. Meskipun sebagian besar ibu hamil telah memanfaatkan buku KIA dengan baik, pemanfaatan secara menyeluruh masih belum maksimal. Oleh karena itu diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan untuk mengoptimalkan peran Buku KIA sebagai media informasi dan pemantauan kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: Buku KIA, Ibu Hamil, Pemanfaatan, Kehamilan