ABSTRACT Discomfort due to pain makes mothers feel anxious, which can affect the duration of labor. Many mothers experience significant pain when uterine contractions begin to increase when entering active phase I. One non-pharmacological approach used to overcome this is the abdominal lifting technique. This technique is a method that provides opposing touch to the upper abdomen without applying pressure to the lower back, aims to reduce pressure on the lower back of the mother in labor, and is applied from the beginning of labor to the next phase by utilizing gravity. This study aims to evaluate the impact of the abdominal lifting technique on the duration of active phase I in primigravida inpartu mothers at PMB Yulia Tri Jayanti Turen Malang. The method used in this study was pre-experimental with a static group comparison design. The population in this study was 50 respondents, and the samples that were successfully taken were 44 respondents, who were divided into a treatment group with 22 respondents and a control group also consisting of 22 respondents. The implementation of the abdominal lifting technique was carried out every time contractions occurred for 15 minutes, with the patient lying on their back and their head slightly raised. This study was conducted at PMB Yulia Tri Jayanti - Turen between January and March 2025. The instrument used was a partograph, which was measured starting from opening 4. For data analysis in evaluating differences between groups, the P-value obtained from the Mann-Whitney test showed the results of the study after the application of the abdominal lift technique was 0.001 (p 0.05). The conclusion of this study is that the abdominal lift technique can accelerate labor in active phase I. Keywords: Abdominal Lifting, Labor Pain, Pain ABSTRAK Ketidaknyamanan akibat rasa sakit membuat ibu merasa cemas, yang dapat memengaruhi durasi persalinan. Banyak ibu mengalami rasa sakit yang signifikan ketika kontraksi rahim mulai meningkat saat memasuki fase I aktif. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang digunakan untuk mengatasi hal ini adalah teknik abdominal lifting. Teknik ini merupakan metode yang memberikan sentuhan berlawanan ke arah bagian atas perut tanpa memberikan tekanan ke arah bawah punggung, bertujuan untuk mengurangi tekanan pada punggung bawah ibu yang sedang bersalin, dan diterapkan sejak awal persalinan hingga fase selanjutnya dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak teknik abdominal lifting terhadap durasi fase I aktif pada ibu inpartu primigravida di PMB Yulia Tri Jayanti Turen Malang. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah pra-eksperimental dengan desain perbandingan kelompok statis. Jumlah populasi dalam studi ini adalah 50 responden, dan sampel yang berhasil diambil sebanyak 44 responden, yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dengan 22 responden dan kelompok kontrol juga terdiri dari 22 responden. Pelaksanaan teknik pengangkatan perut dilakukan setiap kali kontraksi terjadi selama 15 menit, dengan pasien berbaring telentang dan kepala sedikit terangkat. Penelitian ini dilakukan di PMB Yulia Tri Jayanti - Turen antara bulan Januari hingga Maret 2025. Instrumen yang digunakan adalah partograf, yang diukur mulai dari pembukaan 4. Untuk analisis data dalam mengevaluasi perbedaan antara kelompok, nilai-P yang diperoleh dari uji Mann-Whitney menunjukkan hasil penelitian setelah penerapan teknik pengangkatan perut adalah 0,001 (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik pengangkatan perut dapat mempercepat persalinan pada fase I aktif. Kata Kunci: Abdominal Lifting, Persalinan, Kala I Lama