Iis Sri Hardiati
STIKes Abdi Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Proses Penyembuhan Luka Post Sectio Caesaria di RS Ananda Babelan Dena Maudyla; Iis Sri Hardiati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14446

Abstract

ABSTRACT Maternal mortality in Indonesia is still dominated by three main causes of death: bleeding, hypertension in pregnancy, and infection. One high MMR may be due to complications in labor, including SC. Childbirth with caesarean section surgery has a five- fold greater risk of complications compared with a normal delivery. Complications that can occur after caesarean section surgery are infections, called postoperative morbidities.The purpose of this study to determine the Factors Associated With Healing Post SC Injury At RS Ananda Year 2023.This research type is analytic survey research with cross sectional approach by using primary data and secondary data. The data used is using chis-quare test. The population in this study are as many as 32 people and the total sample of 32 peoples. From result of research indicate that from result of Chi-square statistic test at 95% confidence level with α = 0,05, obtained by Asymp. Sig age (0. 000), IMT (0.006), and early mobilization (0.001) α (0.05). The conclusion of the study is the relationship of age, BMI and early mobilization with SC with Post Injury Healing in RS Ananda Babelan Year 2023. It is suggested to the hospital to further improve the quality of health service and the managerial of the house more emphasize the implementation of early mobilization for SC mother to avoid infection and to accelerate the recovery of cesarean section injection, and to nurses and midwives to provide and monitoring of the implementation of early mobilization more intensively and to observe nutritional status of post SC mother to accelerate wound healing. Keywords: Age, BMI, Early Mobilization, and Wound Healing of Post SC  ABSTRAK Kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh tiga faktor penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (HDK), dan infeksi. Salah satu tingginya AKI dapat disebabkan oleh adanya komplikasi-komplikasi dalam persalinan, termasuk SECTIO CAESARIA. Persalinan dengan operasi seksio sesarea memiliki resiko lima kali lebih besar terjadi komplikasi dibandingkan dengan persalinan normal. Komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi seksio sesarea adalah infeksi, yang disebut sebagai morbiditas pasca operasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan proses penyembuhan luka Post Operasi Sectio Caesaria di RS Ananda Babelan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data yang digunakan yaitu menggunakan uji chis-quare. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 32 orang dan total sampel sebanyak 32 orang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji statistik Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05, diperoleh Asymp. Sig umur (0,000), IMT (0,006), dan mobilisasi dini (0,001) α (0,05). Kesimpulan penelitian ada hubungan umur, IMT dan mobilisasi dini dengan Penyembuhan Luka Post SC di RS ANANDA babelan. Disarankan kepada pihak Rumah sakit untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan     dan pihak rumah sakit disarankan lebih intens terhadap pelaksanaan mobilisasi dini pelaksanaan mobilisasi dini bagi ibu seksio sesarea agar terhindar dari infeksi dan lebih mempercepat pemulihan luka seksio sesarea, serta kepada perawat dan agar memberikan KIE dan pengawasan terhadap pelaksanaan mobilisasi dini secara lebih intensif serta memperhatikan status gizi ibu post SC untuk mempercepat penyembuhan luka. Kata Kunci: Umur, IMT, Mobilisasi Dini, dan Penyembuhan Luka Post SC
Peran Perawat dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Program PAP Smear pada Wus di Poli Kebidanan RSUD Karawang Nunik Kurnia Dewi; Iis Sri Hardiati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19750

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is one of the number one causes of death caused by cancer in women in developing countries. Cervical cancer cases in Indonesia increased to 36,633 (17.2%) with 234,511 deaths. Cervical cancer cases can actually be prevented in several ways, one of which is early detection with the pap smear method and also supported by nurse support when undergoing a screening procedure with the pap smear method. The support of nurses as health workers is also an important role in increasing women's interest or willingness to carry out early detection examinations with the pap smear method. To analyze the role of nurses in women of childbearing age in decision-making for early detection of cervical cancer by the pap smear method. This research was conducted with a quantitative approach, with a cross sectional research design. Sampling was taken by Simple Random Sampling of 24 people. The quantitative approach analysis was carried out using frequency distribution for univariate analysis and T-test test for bivariate analysis. The relationship between the role of nurses and decision-making in women of childbearing age in carrying out pap smears is seen from the results of the T-test test of 0.467 with a p-value of 0.000 which means that there is a significant relationship between the role of nurses and decision-making in women of childbearing age in early detection with the pap smear method.From the results of the study, it is known that there is a significant influence between the role of nurses or health worker support in the decision-making of women of childbearing age in early detection of cervical cancer using the pap smear method. The majority of women of childbearing age have a supportive attitude towards the implementation of pap smear as much as 83.3%, full support from health workers, especially nurses as much as 100%, and the implementation of pap smear for women of childbearing age as much as 58.3%. Keywords: Cervical cancer, Pap Smear, Nurse Support  ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu yang disebabkan oleh kanker pada wanita di negara berkembang. Kasus kanker serviks di Indonesia meningkat berjumlah 36,633 (17,2%) dengan kematian sejumlah 234.511. Kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara salah satunya dengan deteksi dini dengan metode pap smear dan juga ditunjang dengan dukungan perawat saat menjalani prosedur skrining dengan metode pap smear. Dukungan perawat sebagai tenaga kesehatan juga merupakan suatu peran penting dalam meningkatkan minat atau kemauan wanita untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini dengan metode pap smear.Untuk menganalisis peran perawat pada wanita usia subur dalam pengambilan keputusan deteksi dini kanker serviks dengan metode pap smear. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel diambil secara Simple Random Sampling sebanyak 24 orang. Analisis pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk analisis univariat dan uji T-test untuk analisa bivariat. Adanya hubungan antara peran perawat dengan pengambilan keputusan wanita usia subur dalam melaksanakan pap smear dilihat dari hasil uji T-test sebesar 0,467 dengan p-value 0,000 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan pengambilan keputusan pada wanita usia subur dalam deteksi dini dengan metode pap smear. Dari hasil penelitian diketahui adanya pengaruh yang signifikan antara peran perawat atau dukungan tenaga kesehatan pada pengambilan keputusan wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker serviks menggunaan metode pap smear. Mayoritas wanita usia subur memiliki sikap yang mendukung pada pelaksanaan pap smear sebanyak 83,3%, dukungan penuh dari tenaga Kesehatan khususunya perawat sebanyak 100%,  dan pelaksanaan pap smear pada wanita usia subur sebanyak 58,3%. Kata Kunci: Kanker serviks, Dukungan Perawat, Pap Smear