Aprilina Sartika
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Pra Lansia di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang Ika Fauziyah; Siti Arifah; Aprilina Sartika
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23652

Abstract

ABSTRACT Obesity is a health problem caused by energy imbalance due to unhealthy diet and lack of physical activity. The prevalence of obesity in the pre-elderly group (aged 45-59 years) in Sukawijaya Village, Tambelang Health Center Area, is quite high, namely 72 pre- elderly. The prevalence of overweight and obesity in Bekasi City reached 17.41%, while in Bekasi Regency the figure was 10.17% (Ministry of Health, 2019). Obesity in pre elderly can increase the riskof non-communicable diseases such as diabetes, hypertension, heart disease.  This study aims to determine therelationship between diet and physical activity with the incidence of obesity in pre-elderly people in Sukawijaya Village. The research design used was cross-sectional with total sampling, involving 72 respondents. Obesity status was determined based on Body Mass Index (BMI), diet was measured using a questionnaire about the type, frequency, and amount of food, while physical activity was measured using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: The results showed a significant relationship between diet and obesity (p-value 0.002) and physical activity with obesity (p-value 0.011). Conclusion: The results indicate a relationship between diet and physical activity with the incidence of obesity in pre-elderly people in Sukawijaya Village. Suggestion: Pre-elderly people in Sukawijaya Village are advised to implement a healthy dietwith balanced nutritious foods and high fiber, and increase physical activity through light exercise such as walking or gymnastics to maintain energy balance and prevent obesity. Keywords: Dietary Patterns, Physical Activity, Obesity, Pre-Elderly.  ABSTRAK Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di DesaSukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Obesitas pada pra lansia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan total sampling, melibatkan 72 responden. Status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola makan diukur menggunakan kuesioner tentang jenis, frekuensi, dan jumlah makan, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan obesitas (p-value 0,002) dan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,011). Hasil menujukan adanya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Kata Kunci: Pola Makan, Aktivitas Fisik, Obesitas, Pra Lansia.
Peningkatan Kapasitas Kader dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetes di Cempaka Baru Jakarta Pusat Fitrian Rayasari; Neneng Kurwiyah; Anita Apriliawati; Nurhayati Nurhayati; Aprilina Sartika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26394

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi kronis, salah satunya kaki diabetes. Upaya pencegahan di tingkat komunitas belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini dan pencegahan kaki diabetes melalui pelatihan berbasis komunitas. Pelatihan dilaksanakan pada 28 kader di Kelurahan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, melalui edukasi, demonstrasi pemeriksaan kaki, praktik perawatan, serta evaluasi pre–post test. Setelah pelatihan, kader mampu melakukan pemeriksaan kaki sederhana dan memberikan edukasi pencegahan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 70,00 ± 8,01 menjadi 90,54 ± 5,07, dengan selisih 20,54 poin (p 0,001). Temuan ini menunjukkan pelatihan berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Integrasi kegiatan serupa ke dalam Posyandu Lansia dan Posbindu PTM perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kaki Diabetes, Kader Kesehatan, Deteksi Dini, Pelatihan Berbasis Komunitas.  ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease with increasing prevalence and a high risk of chronic complications, including diabetic foot. Community-based prevention remains suboptimal due to limited knowledge and skills among health volunteers. This program aimed to improve their capacity in early detection and prevention of diabetic foot through community-based training. Conducted among 28 volunteers in Cempaka Baru, Central Jakarta, the training included education, foot examination demonstrations, foot-care practice, and pre–post test evaluation. After the training, participants were able to perform basic foot examinations and provide preventive education. The mean knowledge score increased from 70.00 ± 8.01 to 90.54 ± 5.07, with a mean difference of 20.54 points (p 0.001). These findings indicate that community-based training effectively improved knowledge and skills of health volunteers. Similar activities should be sustainably integrated into routine community health services. Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot, Community Health Volunteers, Early Detection, Community-Based Training.