Treesia Sujana
Satya Wacana Christian University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI AKTIVITAS PROGRAM PENINGKATAN GIZI DI POSYANDU DUSUN GONDANG, DESA BATUR, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG Yesstia Pulung Sari; Treesia Sujana; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.619 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.227

Abstract

Latar belakang penelitian adalah permasalahan status gizi pada balita. Pada tahun 2013, kasus gizi di Kabupaten Semarang tercatat sebanyak 1,05% balita dengan gizi buruk dan 6,63% balita dengan gizi kurang. Selain itu, berdasarkan data Kohort tahun 2016 di Dusun Gondang terdapat sebanyak 21,4% balita dengan gizi kurang dan 14,3% balita tidak secara rutin mengikuti program Posyandu. Meskipun Posyandu telah dilaksanakan secara rutin, terdata pada tahun 2014 Posyandu sebanyak 289.685 tersebar di wilayah Indonesia. Padahal adanya program Posyandu memiliki 5 kegiatan utama, salah satunya yaitu mengenai gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang mendasari program Posyandu, aktivitas Posyandu dilaksanakan, dan status gizi balita di Dusun Gondang, Desa Getasan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan beberapa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan pembelajaran terhadap dokumentasi. Data penelitian dideskripsikan, dilanjutkan mentranskrip dan reduksi data. Penelitian dilakukan selama 1 bulan pada Februari 2017 di Dusun Gondang, Desa Getasan. Simpulan penelitian adalah bahwa Program Posyandu di Desa Getasan telah mengikuti kebijakan pemerintah pusat dimana aktivitas Posyandu sudah cukup sesuai dengan ketetuan yang ada dan kondisi balita dengan gizi kurang sebanyak 4 balita di Dusun Gondang. Nutritional problem on children’s age has long become a concern. In 2013, Semarang recorded 1.05% of under-fives children with poor nutritional status and 6.63% of under-fives with malnutrition status. In addition, based on the cohort data in 2016 there were 21.4% of under-fives children who had poor nutrition and 14.3% of children did not regularly come to the Posyandu program, eventhough it had been carried out regularly in Dusun Gondang. It is identifiied that in 2014, there are 289,685 Posyandu which had been carried out nation-wide. Posyandu has 5 main activities, and one of them focused on nutritional problem. The purpose of this study is to understand the underlying policy of Posyandu program, activities which implemented in each program, and nutritional status of under five children in Dusun Gondang, Getasan Village. This study used case study method, which utilizied several data collection techniques, which were: observation, interview and documentation study. This study was held for 1 month started from February, 2017. The collected data then described and reduced. The conclusion which emerged from this study especially describes the Posyandu program in Getasan village which had been carried out according to the central government policy. The implementation of programs in Posyandu has been done according to the current policy, however there were still 4 under five children identified with poor nutritional status.
PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM USAHA PENCEGAHAN KESAKITAN DAN KEMATIAN BAYI BARU LAHIR Treesia Sujana; D Dary; Jenlti Dwi Elsa Longi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.184 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.256

Abstract

Kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir sangat penting untuk menjamin optimalitas pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Semarang 2014, tercatat sebanyak 8,15% per 1000 Kelahiran Hidup (KH) angka kematian bayi baru lahir. Kasus kematian bayi baru lahir mendominasi kasus kematian bayi di Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran tenaga kesehatan dalam usaha pencegahan kesakitan dan kematian bayi baru lahir di wilayah binaan Puskesmas Getasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teknik analisa data dilakukan dengan model Miles and Huberman, yaitu Data Reduction (reduksi data), Data Display (penyajian data) dan Conclusion Drawing/verification. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan pada Mei 2017 di Puskesmas Getasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peran tenaga kesehatan dalam usaha pencegahan kesakitan dan kematian bayi baru lahir yang terutama adalah sebagai pelaksana program yang telah dicanangkan pemerintah serta lebih berfokus pada layanan bayi neonatal & bayi dengan risiko. Dalam menjalankan perannya tenaga kesehatan melakukan berbagai inisiatif dalam usaha menurunkan angka kematian bayi baru lahir di wilayah binaan Puskesmas Getasan. The health and survival of newborns are important to ensure the optimality of children’s growth and development. Semarang District Health Profile 2014, recorded that there were 8.15% deaths of newborns on every 1000 live births. The death cases of newborns dominated the contribution of infant mortality in Semarang District. The purpose of this research is to describe roles of health workers in the effort to descrease the morbidity and mortality numbers of newborns in Puskesmas Getasan’s target areas. This research used a qualitative descriptive method with in-depth interviews as the data collection method. The data analyzed with the Miles and Huberman model, which emphasized in the data reduction, data display and conclusion drawing/verification. This research was held for a month started from May 2017 at Puskesmas Getasan. The results of this study concluded that the main role of health workers in the effort to descrease the morbidity and mortality numbers of newborns is as implementer of programs that have been declared by the government and more focused on the services especially for neonatal with high risk of illness. However, strategies and initiatives had been done by health workers and resulted in the decrease of the mortality number of newborns in Puskesmas Getasan’s target area.