ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia setelah India. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat dan kader kesehatan terkait deteksi dini serta pencegahan penularan TB menyebabkan tingginya angka kejadian penyakit ini di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan Posyandu Aster, Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, dalam mendeteksi dini dan memberikan edukasi pencegahan penularan TB kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan penjajakan, koordinasi, pelatihan, dan coaching terhadap sepuluh kader yang dibentuk menjadi Tim GEBET (Gerakan Berantas TBC). Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, simulasi, dan diskusi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 66% menjadi 97% dengan peningkatan sebesar 31%. Kemampuan deteksi dini berada pada kategori sangat baik (60%) dan baik (40%), sedangkan kemampuan edukasi berada pada kategori sangat baik (30%) dan baik (70%). Pelatihan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pencegahan penularan TB serta memperkuat peran kader sebagai agen perubahan menuju Indonesia Bebas TB 2030. Kata Kunci: Tuberkulosis, Kader Kesehatan, Edukasi, Deteksi Dini, Pelatihan. ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains one of the major public health problems in Indonesia. The country ranks second in the world after India in the number of TB cases. Low levels of public and health cadre knowledge regarding early detection and prevention of TB transmission contribute to the high incidence of this disease within communities. This community service activity aimed to improve the capacity of health cadres at Posyandu Aster, Lempake Village, Samarinda City, in conducting early detection and providing education on TB prevention to the community. The program included preliminary assessment, coordination, training, and coaching for ten cadres organized into the GEBET Team (Gerakan Berantas TBC). Training was carried out using interactive lectures, simulations, and case discussions. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure improvement in cadres’ knowledge and skills. The average knowledge score of cadres increased from 66% to 97%, showing a 31% improvement. Detection ability was categorized as very good (60%) and good (40%), while educational ability was very good (30%) and good (70%). The training effectively improved cadres’ knowledge and skills in TB prevention and strengthened their role as agents of change in achieving the Indonesia Free TB 2030 goal. Keywords: Tuberculosis, Health Cadres, Education, Early Detection, Training.