Firdah Nailil Karimah
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AL-GHAZALI DAN MASA DEPAN PENDIDIKAN: HARMONISASI SPIRITUALITAS, MORALITAS, DAN ILMU PENGETAHUAN DALAM PENDIDIKAN DASAR ERA SOCIETY 5.0 Firdah Nailil Karimah; Mohammad Salik
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/htmq0190

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the relevance of Imam Al-Ghazali’s educational thought in addressing the challenges of primary education in the Society 5.0 era. Al-Ghazali emphasizes the importance of harmonizing spirituality, morality, and knowledge as the foundation for the formation of a complete human being. In the context of primary education, this principle is viewed as a potential solution to modern problems such as moral crises, technological dehumanization, and the weak integration of values in learning. The research method employed is a qualitative study using a library research approach, examining Al-Ghazali’s works along with contemporary literature related to Society 5.0. The findings reveal that Al-Ghazali’s concept of education remains highly relevant and has become increasingly significant in facing the dynamics of the Society 5.0 era. The integration of spirituality, morality, and knowledge serves as a crucial foundation for responding to technological advancements that often shift or diminish human values. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Imam Al-Ghazali dalam menjawab tantangan pendidikan dasar di era Society 5.0. Al-Ghazali menekankan pentingnya harmonisasi antara spiritualitas, moralitas, dan ilmu pengetahuan sebagai fondasi pembentukan manusia paripurna. Dalam konteks pendidikan dasar, prinsip ini dipandang mampu menjadi solusi atas problem modern seperti krisis moral, dehumanisasi teknologi, dan lemahnya integrasi nilai dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), menelaah karya-karya Al-Ghazali serta literatur kontemporer terkait Society 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Al-Ghazali tetap memiliki relevansi yang kuat dan bahkan semakin signifikan dalam menghadapi dinamika era Society 5.0. Integrasi antara spiritualitas, moralitas, dan ilmu pengetahuan menjadi fondasi penting untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi yang kerap menggeser nilai-nilai kemanusiaan.