Kemampuan penalaran matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dikembangkan di kalangan siswa sekolah dasar, tetapi kenyataannya kemampuan tersebut masih tergolong rendah pada siswa kelas IV SD Negeri 030306 Barisan Nauli. Dari hasil pengamatan awal serta tes pra-siklus, rata-rata nilai kelas diperoleh sebesar 44,07 dengan tingkat ketuntasan belajar yang masih rendah. Kelemahan yang paling mencolok terlihat dalam kemampuan melakukan manipulasi matematika sekaligus kemampuan menyusun kesimpulan dari proses penyelesaian masalah. Keadaan ini menunjukkan perlunya langkah perbaikan melalui penerapan model pembelajaran yang lebih melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh penggunaan diagram visual sebagai alat bantu untuk memahami konsep. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model siklus yang terdiri dari dua siklus tindakan. Subjek dari penelitian ini adalah 18 siswa kelas IV. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian yang terdiri atas 15 butir soal, observasi saat pembelajaran, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan menghitung persentase ketuntasan belajar secara keseluruhan. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa secara bertahap setelah penerapan tindakan pembelajaran. Tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 16,67% pada tahap awal menjadi 61,11% pada siklus pertama, dan mencapai 88,89% pada siklus kedua dengan nilai rata-rata kelas sebesar 82,35. Di samping itu, keterampilan manipulasi matematis siswa juga menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penggunaan model Problem Based Learning yang dipadukan dengan visualisasi diagram dianggap efektif dalam mendukung siswa memahami konsep matematika dan meningkatkan kemampuan berargumentasi dengan lebih baik