Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat. Pengendalian glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, terutama pola konsumsi dan aktivitas fisik. Pola konsumsi yang tidak seimbang serta aktivitas fisik yang rendah dapat memperburuk glukosa darah dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan aktivitas fisik dengan glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Karangtengah Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 133 penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pola konsumsi Dietary Habits Questionnaire, kuesioner aktivitas fisik, serta pemeriksaan glukosa darah sewaktu menggunakan glukometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi dengan glukosa darah (p-value < 0,05), serta terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan glukosa darah (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi yang baik dan aktivitas fisik yang cukup berperan penting dalam menjaga glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2.