Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap minat baca mahasiswa, faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya minat baca di era digital, serta peran komunitas membaca dalam meningkatkan budaya literasi. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis transkrip podcast komunitas membaca Sobo Maos di Solo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan negatif terhadap minat baca mahasiswa. Di satu sisi, media sosial memudahkan akses informasi, menyediakan konten edukatif, serta dapat digunakan sebagai sarana promosi literasi dan kegiatan membaca. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan menyebabkan mahasiswa lebih terbiasa mengonsumsi informasi singkat dan instan sehingga minat membaca buku dan literatur akademik cenderung menurun. Faktor yang memengaruhi rendahnya minat baca meliputi tingginya distraksi media sosial, kurangnya kebiasaan membaca sejak dini, minimnya lingkungan yang mendukung budaya literasi, serta berkurangnya figur teladan dalam membaca. Komunitas membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan kembali minat baca melalui berbagai kegiatan literasi seperti membaca bersama, diskusi buku, dan promosi literasi melalui media sosial. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan media sosial secara bijak agar dapat mendukung peningkatan budaya literasi di kalangan mahasiswa.