Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Hipertensi Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Di Wilayah Kelurahan Pakan Labuh Bunga Vanesha Angel; Dewi Kurniawati; Yossi Fitrina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan merupakan tahap akhir kehidupan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual, sehingga meningkatkan risiko masalah kesehatan pada lansia. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi fisiologis dan meningkatnya penyakit degeneratif, salah satunya hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah arteri secara persisten dan menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global, nasional, maupun lokal. Pada saat hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah, menghambat aliran darah ke jantung, serta mengganggu perfusi otak yang berperan dalam keseimbangan tubuh. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya risiko jatuh pada lansia, sehingga hipertensi menjadi salah satu faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat hipertensi dengan risiko jatuh pada lansia di Kelurahan Pakan Labuh, Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia penderita hipertensi di wilayah tersebut sebanyak 255 orang, dengan sampel 156 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensi meter manual dan penilaian risiko jatuh dengan Timed Up and Go Test (TUGT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (65%), berusia 60-74 tahun (75%), memiliki hipertensi derajat II (46%) dan berada pada kategori risiko jatuh sedang (56%). Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat hipertensi dengan risiko jatuh pada lansia (p < 0,05). Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat hipertensi, semakin besar risiko jatuh pada lansia.