Ulinnuha Nur Faizah
UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pembelajaran Isu Sosiosaintifik pada Mata Pelajaran IPA SMP/MTs di Ponorogo : Kemampuan Berpikir Logis Siswa, Upaya Guru, serta Faktor Pendukung dan Penghambat Novella Igga Maharani; Ulinnuha Nur Faizah
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.3663

Abstract

Berpikir logis merupakan salah satu kemampuan berpikir yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran IPA terutama dalam memahami isu sosial. Sehingga diperlukan upaya guru IPA dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami isu sosiosaintifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: kemampuan berpikir logis siswa SMP/MTs di Ponorogo dalam memahami isu sosiosaintifik; upaya guru IPA SMP/MTs di Ponorogo dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami isu sosiosaintifik; faktor pendukung dan penghambat guru IPA SMP/MTs di Ponorogo dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami isu sosiosaintifik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan tes. Penelitian ini dilakukan di SMPN 4 Ponorogo, SMPN 1 Babadan, SMP Ma’arif 5 Ponorogo, MTsN 3 Ponorogo, dan MTs Ma’arif Klego. Data hasil penelitian dianalisis dengan model analisis Miler, Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah: kemampuan berpikir logis siswa dalam memahami isu sosiosaintifik tinggi dengan nilai 6,6; Upaya guru IPA dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa memahami isu sosiosaintifik beragam, seperti menggunakan model PBL, CTL, metode tanya jawab, diskusi kelompok: penggunaan powerpoint, video, gambar, serta LKPD berbasis sosiosaintifik; Terdapat 2 faktor pendukung guru IPA dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa memahami isu sosiosaintifik yaitu sumber belajar yang beragam, dan isu sosiosaintifik bersifat umum. Penghambatnya adalah kemampuan berpikir berbeda-beda, kurangnya motivasi belajar, dan kurang lengkapnya sarpras.
Analisis Tantangan Guru IPA dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Isu Sosiosaintifik dan Mengembangkan Kemampuan Membuat Keputusan Vina Amri Mufrida; Ulinnuha Nur Faizah
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v6i1.3874

Abstract

Pembelajaran abad 21 memberikan kesempatan guru IPA untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang diorientasikan pada kemampuan membuat keputusan terhadap kajian materi IPA. Implementasi pembelajaran isu sosiosaintifik dapat mempermudah siswa dalam menghadapi problematika yang terjadi. Berbagai penelitian terkait implementasi pembelajaran isu sosiosaintifik telah banyak dilakukan sehingga peneliti menganalisis tantangan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran isu sosiosaintifik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran isu sosiosaintifik dan mengembangkan kemampuan membuat keputusan, mengetahui tantangan guru dalam mengimplementasikan isu sosiosaintifik dan mengembangkan kemampuan membuat keputusan dan mengetahui faktor yang mempengaruhi pembelajaran isu sosiosaintifik dan mengembangkan kemampuan membuat keputusan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Partisipan berasal dari guru IPA dan siswa di SMPN 2 Jetis, MTsN 6 Ponorogo dan MTs YP. KH. Syamsuddin. Hasil analisis data menggunakan bantuan software N-Vivo12 yakni pelaksanaan pembelajaran isu sosiosaintifik terdapat tahapan analisis masalah, praktikum, diskusi dan evaluasi. pengembangan kemampuan membuat keputusan melalui kegiatan diskusi isu sosiosaintifik dan tugas berbasis proyek. Tantangan guru yakni menyesuaikan isu dengan materi, ketersediaan alat dan bahan praktikum, pengkondisian kegiatan diskusi, alokasi waktu, menumbuhkan minat dan motivasi siswa serta gender. faktor yang mempengaruhi yakni media pembelajaran, materi isu sosiosaintifik, karakteristik siswa, motivasi, literasi, dan sarana prasarana.