Penelitian ini menganalisis kinerja jaringan pada level paket di lantai 8 dan 9 Gedung Telkom University Landmark Tower (TULT) untuk mengidentifikasi masalah yang tidak terdeteksi oleh pemantauan umum. Dengan menggunakan metode packet capturing dengan Wireshark pada jam sibuk dan senggang, lalu lintas dianalisis untuk memahami dinamika dan beban pemrosesan jaringan. Hasilnya menunjukkan performa yang kontras. Jaringan Lantai 9 sangat stabil dan mampu menangani traffic burst ekstrem tanpa TCP errors, namun menunjukkan anomali lalu lintas latar belakang yang sangat tinggi saat jam senggang. Sebaliknya, jaringan Lantai 8 menunjukkan penurunan stabilitas dengan munculnya TCP errors saat beban puncak di jam sibuk. Di satu sisi, jaringan Lantai 8 menunjukkan risiko ketidakstabilan teknis; meskipun memiliki Packet Rate rata-rata yang stabil antara jam sibuk 261 pps dan senggang 259 pps, jaringan ini menghasilkan TCP errors saat terjadi lonjakan lalu lintas di jam sibuk. Di sisi lain, jaringan Lantai 9 terbukti sangat tangguh tanpa TCP errors, namun mengungkap risiko operasional dari beban anomali yang masif, di mana Packet Rate saat jam senggang 775,3 pps melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan jam sibuk 225,4 pps. Kesimpulannya, analisis ini berhasil mengungkap dan membedakan dua profil risiko kinerja yang fundamental berbeda: risiko keterbatasan fisik dan risiko operasional. Temuan ini menjadi dasar untuk rekomendasi optimasi yang spesifik dan tepat sasaran. Kata kunci— Kinerja Jaringan, Analisis Paket, Dinamika Lalu Lintas, Wireshark, Beban Pemrosesan