Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Tanaman Pangan Non-Beras Di Bawah Tegakan Kopi Di Dusun Sempukerep, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang Edyson Indawan; Ricky Indri Hapsari; I Made Indra Agastya; Utik Tri Wulan Cahya; Susilo Ribut Anggar Beni
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i1.8079

Abstract

Permasalahan yang terjadi adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan pangan dan produksi, pemanfaatan lahan yang belum optimal, masalah lingkungan pada lahan pertanian dan pendapatan petani yang terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu budidaya tanaman di bawah tegakan kopi dapat dilakukan melalui sistem agroforestri, yang mengintegrasikan tanaman pangan non-beras dengan tanamaan kopi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani. Pengembangan tanaman campuran, memanfaatkan ruang di bawah pohon kopi, berfokus pada optimalisasi lahan perkebunan kopi melalui sistem agroforestri, yang memungkinkan budidaya berbagai tanaman di antara baris atau di bawah pohon kopi. Metode dan pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan, diversifikasi tanaman, dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem. Berbagai tanaman tumpang sari untuk pangan non-padi dan jenis tanaman di lahan ditemukan di perkebunan kopi dengan kondisi lahan erosi ringan di Dusun Sempukerep, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Tanaman non-beras yang diimplementasikan antara lain: talas, pisang, singkong dan porang. Berperan sebagai tanaman penguat tanah adalah rumput gajah dan rumput raja, bambu sebagai penahan erosi, dengan tanaman peneduh: lamtoro gung, sengon, turi dan tanaman produktif lainnya: jati, alpukat, cengkeh, kakao. Rekomendasi pembuatan lubang resapan biopori berkompos, di perkebunan kopi memiliki fungsi penting, yaitu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, mengurangi genangan air dan erosi, sebagai tempat pengomposan limbah organik, serta meningkatkan kesuburan tanah dan aktivitas organisme tanah.