Makalah ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji secara mendalam relevansi teori kepemimpinan transformasional dalam konteks pendidikan abad ke-21 yang ditandai oleh disrupsi teknologi, globalisasi, serta meningkatnya tuntutan terhadap kompetensi berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kajian ini mengintegrasikan berbagai perspektif teoretis, antara lain konsep The Five Practices of Exemplary Leadership dari James M. Kouzes dan Barry Z. Posner, pemikiran kepemimpinan transformatif berbasis keadilan pendidikan dari Carolyn M. Shields, konsep kepemimpinan kepala sekolah dalam konteks nasional oleh E. Mulyasa, serta kontribusi pemikiran lokal dari Listani Samosir, Binur Panjaitan, dan Arif Sitompul. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan analitis-kritis dan sintesis teoretis untuk mengidentifikasi keterkaitan antar konsep serta relevansinya dalam praktik kepemimpinan pendidikan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tidak hanya relevan, tetapi juga menjadi suatu keniscayaan dalam menghadapi dinamika pendidikan modern. Pemimpin pendidikan transformasional terbukti mampu membangun visi bersama, mendorong inovasi berkelanjutan, memberdayakan pendidik dan peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Makalah ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kepemimpinan transformasional sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam menginternalisasi nilai-nilai perubahan, keteladanan, dan keberpihakan pada kualitas pembelajaran. Implikasi praktis dari kajian ini mencakup pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah, pengembangan kebijakan pendidikan yang responsif terhadap perubahan, serta perlunya integrasi nilai-nilai kepemimpinan transformasional dalam program pelatihan dan pengembangan profesional pendidik.