Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang banyak terjadi pada lansia dan menjadi salah satu penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah melalui aktivitas fisik yang teratur. Namun, lansia yang tinggal di wilayah lahan basah menghadapi berbagai hambatan lingkungan seperti kondisi jalan yang licin dan rawan banjir, sehingga berpotensi memengaruhi tingkat aktivitas fisik. Selain itu, masih sedikit lansia hipertensi yang mengetahui pentingnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran aktivitas fisik pada lansia yang mengalami hipertensi di wilayah lahan basah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 91 responden lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Karya Wanita. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) yang telah dimodifikasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden serta tingkat aktivitas fisik berdasarkan jenis dan intensitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki aktivitas fisik dengan intensitas sedang sebanyak 67 responden (73,6%), aktivitas ringan sebanyak 21 responden (23,1%), dan aktivitas berat sebanyak 3 responden (3,3%). Berdasarkan jenis aktivitas fisik, sebagian besar responden melakukan aktivitas harian sebanyak 71 responden (78,0%), sedangkan 20 responden (22,0%) melakukan aktivitas harian dan olahraga. Sebagian besar lansia hipertensi di wilayah lahan basah memiliki tingkat aktivitas fisik sedang dengan jenis aktivitas fisik harian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program peningkatan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi lansia di wilayah lahan basah.