Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Kondisi Perkerasan Jalan Dengan Menggunakan 3 Metode, Pci Astm D6433, Ikp Pd 01-2016-B, Dan Metode Bina Marga 1990 Pada Ruas Jalan Ciawi-Singaparna Sta 0+000 - Sta 5+000 Wildan Nuruzzaman; Sri Hendarto; R. Didin Kusdian
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1141

Abstract

Peningkatan kualitas perkerasan jalan merupakan kebutuhan penting untuk mendukung mobilitas dan perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi perkerasan dan menentukan rencana pemeliharaan pada ruas Jalan Ciawi–Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya segmen STA 0+000–STA 5+000. Tiga metode penilaian digunakan, yaitu Pavement Condition Index (PCI) ASTM D6433, Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) PD 01-2016-B, dan metode Bina Marga 1990. Survei lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan, diikuti analisis statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji perbedaan nilai menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar metode. PCI menghasilkan nilai kondisi yang lebih rinci berbasis karakteristik kerusakan, sedangkan IKP memberikan skor yang lebih ringkas dan aplikatif di lapangan. Metode Bina Marga cenderung menghasilkan penilaian lebih konservatif karena klasifikasi kerusakan yang lebih sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak ada satu metode yang paling unggul untuk seluruh kondisi. Pemilihan metode penilaian dan strategi pemeliharaan jalan disarankan disesuaikan dengan kebutuhan teknis, tingkat detail data yang diharapkan, dan kondisi lapangan pada ruas studi.   Improving road pavement quality is a crucial requirement to support regional mobility and economy. This study aims to examine pavement conditions and determine maintenance plans on the Ciawi–Singaparna Road section, Tasikmalaya Regency, specifically the STA 0+000–STA 5+000 segment. Three assessment methods were used: the Pavement Condition Index (PCI) ASTM D6433, the Pavement Condition Index (IKP) PD 01-2016-B, and the Bina Marga 1990 method. A field survey was conducted to identify the type and extent of damage, followed by descriptive statistical analysis, normality tests, and ANOVA tests. The results showed significant differences between the methods. The PCI produced more detailed condition scores based on damage characteristics, while the IKP provided more concise and applicable scores in the field. The Bina Marga method tended to produce more classification assessments due to its simpler damage classification. These findings indicate that no single method is superior for all conditions. The selection of assessment methods and road maintenance strategies is recommended to be adjusted to technical needs, the level of data detail expected, and field conditions on the study section.  
Kajian Pengaruh Adanya Pasar Terhadap Kinerja Jalan (Studi Kasus Jalan Ciawi Tasikmalaya) Nita Rahayu Kadarusman; Sri Hendarto; R. Didin Kusdian
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1220

Abstract

Peningkatan populasi dan mobilitas kendaraan di kawasan pusat kota berimplikasi pada meningkatnya aktivitas lalu lintas di ruas Jalan Pasar Ciawi, yang berpotensi menurunkan kinerja jalan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah hambatan samping, yang bersumber dari aktivitas pejalan kaki, kendaraan keluar–masuk, kendaraan lambat, serta parkir di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat hambatan samping dan pengaruhnya terhadap kinerja Jalan Pasar Ciawi. Metode penelitian menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data survei primer lalu lintas dan aktivitas sisi jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruas jalan berada pada kondisi kinerja sedang, dengan hambatan samping pada kategori sedang yang secara signifikan berkontribusi terhadap penurunan kapasitas dan kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam aktivitas perdagangan tertinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian dan penataan aktivitas sisi jalan sebagai upaya peningkatan kinerja ruas jalan perkotaan. Secara akademik, penelitian ini memperkuat peran hambatan samping sebagai variabel kunci dalam evaluasi kinerja jalan perkotaan berbasis PKJI 2023, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi perencanaan lalu lintas di kawasan komersial.   The increase in population and vehicle mobility in the downtown area has implications for increased traffic activity on Jalan Pasar Ciawi, which has the potential to reduce road performance. One of the main factors influencing this condition is side barriers, which originate from pedestrian activity, vehicle entry and exit, slow-moving vehicles, and on-road parking. This study aims to analyze the level of side barriers and their impact on the performance of Jalan Pasar Ciawi. The research method uses the 2023 Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) with a descriptive approach based on primary survey data of traffic and roadside activities. The analysis results indicate that the road section is in a moderate performance condition, with side barriers in the moderate category that significantly contribute to reduced capacity and smooth traffic flow, especially during peak trading hours. These findings emphasize the importance of controlling and managing roadside activities as an effort to improve the performance of urban roads. Academically, this study strengthens the role of side barriers as a key variable in evaluating urban road performance based on the 2023 PKJI, while also providing practical implications for traffic planning in commercial areas.