Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Adaptasi Sosial Masyarakat Petani Garam dalam Menghadapi Perubahan Iklim di Desa Siduwonge Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Eliska Andris; Dewinta Rizky. R. Hatu; Sahrain Bumulo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10327

Abstract

Eliska Andris Nim 281419016, 2026” Adaptasi Sosial Masyarakat Petani Garam Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Di Desa Siduwonge Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Skripsi Jurusan Sosisologi Fakultas Ilmu Sosial, Universtitas Negeri Gorontalo 2026, dibawah bimbingan Ibu Dewinta Rizky R. Hatu, S.Sos., M.Sos selaku pembimbing 1, dan bapak Sahrain Bumulo, S.Sos, M.Si selaku pembimbing 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi sosial masyarakat petani garam dalam menghadapi perubahan iklim di Desa Siduwonge, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Perubahan iklim yang ditandai dengan ketidakpastian musim dan curah hujan yang tinggi memberikan dampak signifikan terhadap proses produksi garam yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, khususnya intensitas sinar matahari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat petani garam melakukan berbagai bentuk adaptasi sosial untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Adaptasi tersebut meliputi diversifikasi mata pencaharian, penguatan solidaritas sosial, serta pemanfaatan jaringan sosial dalam menghadapi tekanan ekonomi. Selain itu, modal sosial seperti kepercayaan, norma, dan kerjasama antar masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan sosial. Masyarakat juga memanfaatkan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam menghadapi situasi sulit.Kesimpulannya, adaptasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat petani garam tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya. Kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dipengaruhi oleh kondisi pendidikan, struktur sosial, serta dukungan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah dan pihak terkait dalam meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat melalui pelatihan, akses teknologi, serta penguatan kelembagaan lokal.