Jembatan Nasional Pakem-Kalasan STA.37+417, bagian Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2, memiliki bentang total 111,91 m dalam tiga segmen (41,79 m; 28,33 m; 41,79 m). Desain eksisting menggunakan pilar kolom ganda 2×2 m setinggi 8 m. Karena lokasi rawan gempa, tipe pilar sangat memengaruhi daya dukung, kekakuan, daktilitas, dan respons seismik struktur, sehingga dilakukan kajian komparatif tipe pilar tunggal, ganda, dan dinding untuk menentukan tipe paling efisien berdasarkan gaya dalam, persyaratan P-Δ, perilaku tekuk, daktilitas, serta stabilitas geser dan guling. Metode kuantitatif digunakan melalui pemodelan 3D finite element dengan CSiBridge mengacu pada SNI 1725:2016, SNI 2833:2016, dan SE Dirjen Bina Marga No. 06/SE/Db/2021, dengan verifikasi desain menggunakan Microsoft Excel. Hasil menunjukkan Pilar Dinding menerima gaya (Pu=42.453,95 kN; Vu=16.635,24 kN; Mu=155.793,01 kNm), Pilar Tunggal (Pu=38.300,82 kN; Vu=12.151,27 kN; Mu=107.341,37 kNm), Pilar Ganda (Pu=26.669,37 kN; Vu=7.855,38 kN; Mu=21.172,36 kNm). Seluruh pilar memenuhi syarat kelangsingan, kriteria P-delta, rasio tulangan pengekang minimum, serta faktor keamanan geser (≥1,5) dan guling (≥2,0) sesuai SNI 8460:2017. Dari enam aspek kinerja, Pilar Ganda unggul tiga aspek (perilaku struktur, stabilitas geser, stabilitas guling), Pilar Tunggal dua aspek (perilaku tekuk dan daktilitas), Pilar Dinding satu aspek (persyaratan P-Δ), sehingga Pilar Ganda terbukti paling efisien sekaligus memvalidasi desain eksisting.