Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia pada PT ABC Salsabila Rania
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kompetensi karyawan di PT ABC. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses, implementasi, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan informan kunci dan utama, observasi langsung terhadap sarana dan proses pelatihan, serta analisis dokumen internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT ABC telah menerapkan sistem pengembangan yang cukup komprehensif melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti pelatihan (training), penugasan proyek (project assignment), dan penunjukan sementara dalam jabatan tertentu (acting as position). Sistem evaluasi pelatihan yang menggunakan pre-test dan post-test juga dinilai efektif dalam mengukur peningkatan pengetahuan karyawan. Namun demikian, ditemukan sejumlah kendala dalam implementasi metode pelatihan. Metode luring (offline) cenderung mengurangi jam kerja efektif dan waktu istirahat karyawan, metode daring (online) memiliki tingkat interaksi yang rendah, sedangkan metode campuran (hybrid) rentan terhadap gangguan teknis dan distraksi pekerjaan. Selain itu, terdapat kesenjangan dalam tahap analisis kebutuhan pelatihan yang belum sepenuhnya melibatkan karyawan pada level operasional secara bottom-up. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya optimalisasi penjadwalan pelatihan agar tidak mengganggu keseimbangan kerja dan istirahat karyawan, penguatan analisis kebutuhan pelatihan berbasis partisipasi, serta pemberian penghargaan bagi peserta terbaik guna meningkatkan motivasi dan efektivitas pengembangan kompetensi karyawan.