Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Moderasi Komite Audit dalam Hubungan Green Accounting terhadap Financial Peformance Perusahaan Pertambangan Desire Fenner Waldensi Umbora; James Sylvanus Uly Reke; Joan Yuliana Hutapea
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Green Accounting terhadap Financial Peformance dan meneliti Komite Audit sebagai variabel moderasi dalam perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX). Penelitian ini mengadopsi desain deskriptif kuantitatif, menggunakan purposive sampling untuk memperoleh 52 observasi perusahaan tahun dari tahun 2021 hingga 2024. Data penelitian ini menggunakan software SPSS dan dianalisis menggunakan Analisis Regresi Moderasi dengan transformasi Cochrane-Orcutt   untuk memastikan hasil yang kuat dan bebas dari autokorelasi. Temuan menunjukkan bahwa Green Accounting, yang diukur dengan PROPER (peringkat kepatuhan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia), bertindak sebagai biaya kepatuhan wajib daripada penggerak strategis, sehingga menghasilkan efek yang tidak signifikan terhadap Return on Assets. Selain itu, rapat Komite Audit gagal memoderasi hubungan Green Accounting terhdap Financial Performanc, karena seringkali hanya berfungsi sebagai pemenuhan seremonial persyaratan administratif OJK (Otoritas Jasa Keuangan Indonesia). Fenomena ini menunjukkan bahwa di industri ekstraktif Indonesia, akuntabilitas lingkungan belum terintegrasi secara substantif ke dalam penciptaan nilai finansial. Akibatnya, perusahaan harus beralih dari sekadar kepatuhan regulasi ke manajemen lingkungan strategis untuk mengubah biaya keberlanjutan menjadi keunggulan kompetitif. Regulator harus mewajibkan kompetensi lingkungan bagi Komite Audit untuk memastikan pengawasan melampaui frekuensi administratif. Studi ini menawarkan hal baru dengan meneliti tata kelola dan Green Accounting di sektor ekstraktif pasar negara berkembang selama era pasca-pandemi.