Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Wisata terhadap Kepuasan Wisatawan pada Destinasi Wisata Hiu Paus Botubarani Gorontalo (Studi Kasus pada Wisatawan Hiu Paus Botubarani) Fahrizal Alghifari Baruwadi; Tineke Wolok; Ramlan Amir Isa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas wisata terhadap kepuasan wisatawan pada destinasi wisata Hiu Paus Botubarani, Gorontalo. Secara spesifik, penelitian ini menguji tiga hal, yaitu: (1) pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan wisatawan, (2) pengaruh fasilitas wisata terhadap kepuasan wisatawan, dan (3) pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas wisata secara simultan terhadap kepuasan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung maupun melalui Google Form. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS Statistics 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, dengan nilai t hitung sebesar 5,745 yang lebih besar dari t tabel 1,661. Selain itu, fasilitas wisata juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, dengan nilai t hitung sebesar 8,392 yang lebih besar dari t tabel 1,661. Secara simultan, kualitas pelayanan dan fasilitas wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan dengan nilai F hitung sebesar 212,886 yang lebih besar dari F tabel 2,70. Nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,814 menunjukkan bahwa 81,4% variasi kepuasan wisatawan dapat dijelaskan oleh kualitas pelayanan dan fasilitas wisata, sedangkan sisanya sebesar 18,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, hubungan antar variabel tergolong sangat kuat.