Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesetaraan Gender pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Nada Nafisah; Stevany Afrizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7995

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu penting dalam pendidikan tinggi karena berkaitan dengan keadilan, partisipasi, serta pembentukan kesadaran kritis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Lingkungan kampus diharapkan menjadi ruang yang inklusif dan bebas dari diskriminasi, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi akademik maupun sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman, sikap, dan praktik kesetaraan gender pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang dipilih secara purposive, dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam aktivitas akademik maupun organisasi kemahasiswaan. Teknik analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola pemahaman dan praktik kesetaraan gender di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif, mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik terkait konsep gender. Mereka mampu membedakan antara seks sebagai aspek biologis dan gender sebagai konstruksi sosial yang dibentuk oleh budaya dan lingkungan. Namun demikian, dalam praktik sehari-hari, khususnya dalam kegiatan organisasi dan interaksi akademik, masih ditemukan adanya bias gender yang bersifat kultural. Bias tersebut tercermin dalam stereotip peran, pembagian tugas berdasarkan jenis kelamin, serta kecenderungan penempatan posisi tertentu yang belum sepenuhnya setara. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teoretis dan implementasi nyata kesetaraan gender di lingkungan kampus. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih sistematis melalui pendidikan, kebijakan, dan budaya organisasi untuk mendorong praktik kesetaraan gender yang lebih inklusif dan berkelanjutan di perguruan tinggi.