Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemodelan Tata Kelola Perikanan Skala Kecil Berbasis Ecosystem Approach to Fisheries Management di Kabupaten Morowali Aspar Erik; Nur Alim Erik
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8000

Abstract

Sebagai wilayah yang terletak dalam cakupan WPPNRI 714, Kabupaten Morowali memiliki kelimpahan sumber daya laut yang luar biasa dan menjadi tumpuan ekonomi utama bagi masyarakat pesisir di wilayah kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memodelkan tata kelola perikanan skala kecil di Kabupaten Morowali dengan menggunakan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Fokus penelitian mencakup tiga wilayah utama, yaitu Bungku Selatan, Sombori Kepulauan, dan Menui Kepulauan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) melalui survei terhadap 96 responden nelayan serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci. Penilaian dilakukan pada enam domain utama: sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, teknik penangkapan, sosial, ekonomi, serta kelembagaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa domain sumber daya ikan (2,17), habitat (2,33), teknik penangkapan (1,83), dan sosial (2,67) berada pada kategori sedang, sementara domain ekonomi (1,34) dan kelembagaan (1,67) berada pada kategori buruk. Sebagai solusi operasional, penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) dilakukan dengan mengadopsi konsep Maintain Existing Strategy pada domain yang stabil serta manajemen kolaboratif yang mengintegrasikan data ilmiah dengan kearifan lokal nelayan ke dalam rencana aksi strategis untuk periode jangka menengah lima tahun. Diperlukan sinkronisasi kebijakan tata ruang lintas sektoral serta regulasi daerah yang khusus melindungi zona tangkap nelayan kecil untuk menjamin keberlanjutan ruang ekologis di tengah masifnya aktivitas industri.