Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Pengangguran, Upah Minimum, dan Kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Sumatera Utara Nur Fadilla Ramahani; Fauzi Fauzi; Faty Rahmarisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran, Upah Minimum, dan Kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2015–2024. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh data terkait variabel amatan di Sumatera Utara dengan sampel sebanyak 10 periode pengamatan tahunan. Metode analisis data meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Tingkat Pengangguran berpengaruh signifikan negatif terhadap IPM, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengangguran akan menurunkan kualitas pembangunan manusia akibat berkurangnya pendapatan dan akses terhadap layanan dasar. Sebaliknya, Upah Minimum memiliki pengaruh signifikan positif terhadap IPM, di mana kenaikan upah berkontribusi pada peningkatan daya beli dan standar hidup layak masyarakat. Variabel Kemiskinan juga ditemukan berpengaruh signifikan sebagai faktor penghambat utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Utara. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,888. Hal ini menunjukkan bahwa 88,8% variasi IPM di Sumatera Utara dapat dijelaskan oleh faktor pengangguran, upah minimum, dan kemiskinan, sementara 11,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.