Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Gaya Komunikasi Generasi Z di Media Sosial Menggunakan Pendekatan Social Media Analytics Rafly Al Mousi; Vita Amelia Putri; Maulida Sari; Komputerio Akbar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi Generasi Z di media sosial dengan menggunakan pendekatan Social Media Analytics. Perkembangan teknologi digital telah mendorong terjadinya transformasi pola komunikasi yang semakin cepat, interaktif, serta berbasis visual, terutama pada Generasi Z sebagai kelompok digital natives. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap data komunikasi digital yang diperoleh dari platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter (X). Data penelitian berupa komentar, caption, dan penggunaan hashtag yang mencerminkan praktik komunikasi Generasi Z dalam ruang digital. Analisis dilakukan melalui dua tahap, yaitu analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi frekuensi penggunaan kata, emoji, dan simbol digital, serta analisis kualitatif menggunakan teknik content analysis untuk menafsirkan makna komunikasi dan pola interaksi yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi Generasi Z didominasi oleh penggunaan bahasa informal, singkatan, serta simbol visual seperti emoji dan meme. Selain itu, komunikasi bersifat multimodal dan partisipatif, di mana pengguna tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga produsen konten aktif. Temuan lain menunjukkan adanya kecenderungan kebutuhan validasi sosial yang tinggi melalui interaksi digital seperti likes, komentar, dan shares. Hal ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya memengaruhi cara berkomunikasi, tetapi juga membentuk pola interaksi sosial dan konstruksi identitas diri Generasi Z. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian komunikasi digital berbasis data serta menjadi referensi dalam memahami dinamika komunikasi generasi muda di era media sosial.
Optimasi Operasional Dan Transformasi Digital UMKM Kedai Kopi Di Balikpapan Pendekatan Business Process Management Notation (BPMN) Dan Gap Analysis Fachdrian Abdillah BP; Tiara Dewi Salsabila; Ahmad Wafi Assyaqir; Komputerio Akbar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9599

Abstract

Pertumbuhan industri kopi di Kota Balikpapan sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang bisnis yang signifikan bagi UMKM kedai kopi. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menjalankan proses operasional secara manual sehingga menimbulkan berbagai permasalahan, seperti redundansi pencatatan data, ketidakefisienan pelayanan, kesalahan pengelolaan stok, dan keterbatasan pelaporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi operasional UMKM kedai kopi, mengidentifikasi kesenjangan transformasi digital, serta merancang model proses bisnis yang lebih efisien menggunakan pendekatan Business Process Management Notation (BPMN) dan Gap Analysis. Penelitian menggunakan metode mixed method dengan pendekatan sequential explanatory. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 28 responden yang berasal dari 8 UMKM kedai kopi di Balikpapan. Analisis dilakukan melalui pemodelan proses bisnis kondisi eksisting (As-Is), pengukuran kesenjangan berdasarkan 13 indikator Digital UMKM 4.0, serta perancangan model proses bisnis usulan (To-Be). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses operasional eksisting memiliki lead time pelayanan rata-rata 455 detik dengan beberapa titik bottleneck utama pada pencatatan pesanan dan validasi stok. Hasil Gap Analysis menunjukkan tingkat kesenjangan digitalisasi sebesar 54,6%, dengan kesenjangan tertinggi terdapat pada dimensi tata kelola data (62%) dan teknologi (58%). Sebagai solusi, penelitian mengusulkan model To-Be yang mengintegrasikan cloud-based Point of Sale (POS), pembayaran digital QRIS, manajemen stok real-time, dan sistem antrean digital. Simulasi model menunjukkan peningkatan efisiensi operasional yang ditandai dengan penurunan lead time sebesar 28,5%, pengurangan kesalahan pencatatan sebesar 78,2%, peningkatan akurasi data stok hingga 96%, serta pengurangan waktu antrean sebesar 37,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital berbasis BPMN dan Gap Analysis dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan daya saing dan kesiapan UMKM kedai kopi menghadapi dinamika ekonomi kawasan IKN.
Penerapan IT Service Management (ITSM) Berbasis ITIL Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Informasi Pada Perusahaan Sukma Anjeliana; Muhammad Rafi Khairullah; Junaidi Febrian; Tania Fara Dika; Yodi Pratama; Komputerio Akbar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11372

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk menyediakan layanan informasi yang berkualitas, efektif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Dalam mendukung pengelolaan layanan tersebut, penerapan Information Technology Service Management (ITSM) berbasis Information Technology Infrastructure Library (ITIL) menjadi salah satu pendekatan yang relevan karena menyediakan kerangka kerja terstruktur dalam merancang, mengelola, mengoperasikan, dan meningkatkan layanan teknologi informasi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ITSM berbasis ITIL dalam meningkatkan kualitas layanan informasi pada perusahaan, khususnya pada domain Service Operation yang mencakup Incident Management, Problem Management, Request Fulfillment, dan Access Management. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai artikel ilmiah, buku, prosiding, serta publikasi yang relevan dengan ITSM dan ITIL. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan ITIL mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan layanan teknologi informasi melalui prosedur kerja yang lebih terstandar, terdokumentasi, dan berorientasi pada pengguna. Incident Management membantu mempercepat pemulihan layanan ketika terjadi gangguan, Problem Management berperan dalam mengidentifikasi akar penyebab masalah berulang, Request Fulfillment meningkatkan kecepatan pemenuhan permintaan layanan, sedangkan Access Management memperkuat keamanan dan pengendalian hak akses data. Selain itu, penerapan ITSM berbasis ITIL juga berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi operasional, pengurangan risiko layanan, peningkatan kepuasan pengguna, serta dukungan terhadap pencapaian tujuan bisnis perusahaan. Dengan demikian, ITSM berbasis ITIL dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas layanan informasi secara berkelanjutan, meskipun penerapannya tetap memerlukan dukungan manajemen, kesiapan sumber daya manusia, dan evaluasi layanan secara berkala.